Berita Utama

Bahlil Bantah Terlihat Penyadapan Terhadap Presiden Prabowo!

×

Bahlil Bantah Terlihat Penyadapan Terhadap Presiden Prabowo!

Sebarkan artikel ini
Masyarakat Keluhkan Motor Brebet, Bahlil akan Bentuk Tim Investigasi BBM Pertamina
Ketum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan respons tegas terkait beredarnya isu penyadapan yang menyeret nama dirinya belakangan ini.

Dengan nada lugas, Bahlil, Sabtu 7 November 2026 menegaskan bahwa seluruh langkah politik dan kinerjanya di pemerintahan selalu dilandasi oleh loyalitas penuh kepada negara serta kepemimpinan nasional.

“Saya ini dibesarkan di daerah, ditempa oleh proses panjang. Orang tua dan para senior tidak pernah mengajari saya untuk menjadi seorang pengkhianat,” ujar Bahlil menanggapi maraknya nama dirinya di media sosial (medsos) diduga terlibat dalam kasus penyadapan yang melibatkan mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Ia membeberkan bahwa segala tugas yang diamanahkan kepadanya, baik di kabinet maupun di tubuh partai, dijalankan dengan iktikad baik dan prinsip keterbukaan. Terkait spekulasi adanya rekaman atau penyadapan pembicaraan internal, Bahlil enggan berspekulasi lebih jauh dan memilih fokus menyelesaikan agenda-agenda strategis di sektor energi.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh manuver informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, stabilitas politik dan ekonomi nasional harus tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan global yang makin kompleks.

Sebelumnya Bareskrim Polri menetapkan empat perwira tinggi berpangkat jenderal sebagai tersangka dalam kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti digital yang kuat serta hasil pemeriksaan saksi ahli.

Keempat tersangka diduga kuat menyalahgunakan kewenangan dan perangkat intelijen yakni mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso dan Irjen Slamet Ulianto. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan pengusutan kasus ini berjalan transparan dan profesional sesuai koridor hukum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *