Berita Utama

Bahagianya Nenek Tua Renta Alami Struk Ikut Nyoblos di Rumah Sendiri

×

Bahagianya Nenek Tua Renta Alami Struk Ikut Nyoblos di Rumah Sendiri

Sebarkan artikel ini
Nenek Seng Hoa antusias nyoblos Paslon Wali Kota Tangerang dan Gubernur Banten meski menderita struk. (tiyo)
Nenek Seng Hoa antusias nyoblos Paslon Wali Kota Tangerang dan Gubernur Banten meski menderita struk. (tiyo)

KITAINDONESIASATU.COM – Nenek tua ini tampak bahagia saat kedatangan petugas Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) dari TPS 03, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (27/11/2024) siang. Terlihat ia semangat mengikuti Pilkada Kota Tangerang dan Gubernur Banten meski menderita struk karena tak bisa jalan.

Ya, petugas KPPS sengaja datang ke rumah Seng Hoa (70) yang menderita struk sudah tahunan dan tidak bisa jalan. Petugas KPPS, Saiman didampingi Pamsung Wagiman tampak membawa dua buah kertas pilihan Pilwali dan Pilgub Banten.

“Ibu sangat senang didatangi petugas KPPS datang ke rumah kami. Ia sangat antusias mengikuti Pilkada tahun ini,” kata Sinta, anak Seng Hoa kepada petugas KPPS yang sengaja berjalan kaki menuju rumahnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi TPS.

Menurut Sinta, sejak seminggu sebelum pencoblosan yang berlangsung pada 27 November 2024 ini, sang ibu sudah bilang mau ikut Pilkada tahun ini. Karena itu, dirinya memberanikan diri melaporkan hal itu kepada Ketua KPPS setempat.

Keinginan Seng Hoa untuk mencoblos meski menderita struk ini akhirnya tercapai. Ia pun bisa mencoblos pilihan Wali Kota maupun Gubernur sesuai keinginan meski dengan suara yang terbata seraya membisikkan ke telinga sang anak.

“Mama sempat berbisik pilih calon pemimpin yang peduli sama rakyat kecil. Saya pun mengikuti pilihan hatinya itu dengan mencoblos tanda gambar sesuai pilihannya,” kata Sinta.

Keikutsertaan nenek penderita struk ini dalam mengikuti Pilkada serentak mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka memuji tindakan anggota KPPS di TPS 03 Kelurahan Cipondoh Indah, Kota Tangerang yang rela mengunjungi kediaman pemilih ke rumahnya meski berjalan kaki.

“Saya salut dengan aksi anggota KPPS tersebut. Benar-benar menjadi teladan bagi anggota yang lain. Warga yang tadinya tidak punya harapan memilih karena keterbatasan fisik akhirnya bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan mencoblos paslon pilihan hatinya,” kata H. Amrillah, tokoh masyarakat Cipondoh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *