KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah Kota Serang mengalokasikan anggran Rp 2,8 miliar untuk pengadaaan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP. Bahkan sekarang ini sudah pada tahap pengukuran seragam kepada setiap siswa sebelum dimulai produksi seragam.
Ahmad Nuri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, mengatakan bahwa penyedia seragam yang telah ditetapkan melalui mekanisme e-katalog saat ini mulai melakukan pengukuran langsung di sekolah-sekolah. “Pengukuran dilakukan agar seragam benar-benar sesuai dengan postur masing-masing siswa. Kami ingin bantuan ini memberikan manfaat maksimal dan tidak ada seragam yang tidak bisa dipakai karena ukurannya tidak pas,” ujar Nuri, kemarin.
Setelah seluruh data ukuran siswa selesai dikumpulkan, penyedia akan langsung memproduksi seragam. Proses produksi diperkirakan memakan waktu sekitar 75 hari kerja atau kurang lebih 2,5 bulan.
Dengan jadwal tersebut, lanjut Nuri, pembagian seragam gratis ditargetkan mulai dilakukan awal September mendatang. Mengenai sistem pengukuran langsung dipilih agar setiap siswa memperoleh seragam yang sesuai dengan ukuran tubuhnya, bukan hanya berdasarkan ukuran umum seperti S, M, atau L. “Jangan sampai siswa yang membutuhkan ukuran besar justru menerima ukuran kecil. Karena itu, semua siswa diukur terlebih dahulu agar hasilnya tepat,” katanya.
Nuri menambahkan, tahun ajaran 2026 program ini baru mencakup pembagian seragam merah putih bagi siswa SD negeri dan seragam putih biru bagi siswa SMP negeri. Sedangkan seragam pramuka, olahraga, batik, maupun pakaian hari Jumat belum dapat diberikan karena keterbatasan anggaran.
Program seragam gratis diprioritaskan bagi siswa yang diterima di sekolah negeri. Tahun ini, Pemkot Serang menargetkan sekitar 12.000 siswa SD negeri dan 8.559 siswa SMP negeri menjadi penerima manfaat.
Pelaksanaan program seragam gratis telah dianggarkan Pemkot Serang Rp 2,8 miliar, dengan perincian Rp 1,6 miliar untuk pengadaan seragam siswa SD negeri dan Rp 1,2 miliar bagi siswa SMP negeri. (*)




