Berita UtamaNews

Angkatan Bersenjata Yaman Hancurkan Kelompok Houthi dengan 2.309 Serangan Presisi di Medan Pertempuran

×

Angkatan Bersenjata Yaman Hancurkan Kelompok Houthi dengan 2.309 Serangan Presisi di Medan Pertempuran

Sebarkan artikel ini
kelompok hothi
Kelompok Houthi Yaman yang kini dihancurkan oleh Angkatan Bersenjata Yaman setelah menyerang kawasan Bandara Riyadh, 11 Oktober 2026 lalu. foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Serangan kelompok Houthi di Bandara King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada 10-11 Oktober mendapat perlawanan dari Angkatan bersenjata Yaman, Rabu (14/10/2026).

Gerakan Houthi merupakan kelompok yang menamai diri mereka Ansar Allah atau Penolong Agama Allah — kelompok militer, politik, dan keagamaan asal Yaman yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut negara tersebut.

Merupakan kelompok Syiah Zaidiyah dan berpegang pada slogan anti-Amerika, anti-Israel, serta menentang korupsi pemerintahan masa lalu dan bagian dari poros perlawanan.

Kini Angkatan bersenjata Yaman membantu melakukan penyerangan dan telah melakukan 2.309 serangan presisi terhadap posisi Houthi di beberapa medan pertempuran.

Operasi ini menurut sumber Arab Saudi mengakibatkan sekitar 1.250 pejuang milisi tewas dan menghancurkan lebih dari 460 kendaraan dan peralatan militer, kata seorang juru bicara militer pada hari Rabu (15/10/2026).

Majed Al-Nuzaili, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa pasukan pemerintah telah mengintensifkan operasi ofensif mereka sebagai bagian dari Operasi Fajar Yaman, menggunakan jet tempur, drone, artileri, peluncur roket, dan unit penembak jitu.

Operasi-operasi tersebut telah membantu membongkar garis pertahanan Houthi, mengganggu sistem komando dan kendali, serta membuka jalan bagi pasukan pemerintah untuk maju ke posisi yang diper fortified, tambahnya.

Di Taiz, Al-Nuzaili mengatakan pasukan pemerintah telah meningkatkan serangan udara dan penyergapan terhadap konvoi dan bala bantuan Houthi, mencegah milisi tersebut untuk berkumpul kembali dan mengganti kerugiannya.

Juru bicara tersebut mendesak keluarga yang tinggal di daerah yang dikuasai Houthi untuk mencegah anak-anak mereka direkrut ke dalam barisan milisi dan memperingatkan warga sipil untuk menghindari instalasi militer dan daerah-daerah yang menjadi lokasi pertempuran aktif.

Ia juga mengulangi tawaran amnesti yang diumumkan oleh Rashad Al-Alimi, ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, untuk para pejuang Houthi yang menyerahkan senjata mereka dan meninggalkan pertempuran.

Tawaran pemulangan yang aman dan amnesti tetap terbuka bagi mereka yang telah meletakkan senjata dan kembali kepada keluarga mereka, katanya.

Al-Nuzaili menuduh Houthi terus menargetkan permukiman penduduk dan infrastruktur sipil di Taiz meskipun mereka mengalami kekalahan di medan perang.

Dia mengatakan pasukan pemerintah tetap berkomitmen pada hukum humaniter internasional dan membatasi serangan mereka pada target militer yang sah, sambil menuduh milisi tersebut menunjukkan pengabaian terhadap nyawa warga sipil.

Sementara situasi di Riyadh saat ini sudah kembali kondosif, jika sebelumnya para pekerja asing dihimbau untuk tidak keluar rumah kini situasinya kembali normal.

Seorang pekerja proryek di Riyadh mengaku kondisinya sudah aman, para pekerja asing sudah diperbolehkan melakukan aktivitas seperti biasanya lagi.

“Situasinya sudah kembali normal, kebetulan jarak proyek saya jauh dari bandara, sehingga tidak terlalu kelihatan dengan situasi yang terjadi,” ujar Muhammad Angga seorang pekerja asing asal Indonesia yang sedang menangani pembangunan salah satu stadion di Riyadh, kepada kitaindonesiasatu.com, Kamis (15/10/2026). **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *