Berita Utama

Amalan-amalan Bagi Perempuan Haid Bernilai Ibadah di Bulan Ramadan

×

Amalan-amalan Bagi Perempuan Haid Bernilai Ibadah di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
ramadan
Marhaban Ya Ramadan. (Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Haid, merupakan kodrat bagi seorang Perempuan. Sehingga kaum Perempuan tidak bisa berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan. Meski demikian, para perempuan tidak perlu bersedih hati, dan tetap bisa melakukan amalan-amalan kebaikan di bulan Ramadan.

Bagi para perempuan bisa mengganti puasa Ramadan di luar bulan Ramadan. Adapun mengutip kitab Taqrib ada delapan jenis ibadah yang dilarang bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, yakni sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, menyentuh dan membawa mushaf, masuk masjid, thawaf, jima’, dan bersenang-senang di sekitar organ kemaluan.

Soal bagi Perempuan yang sedang haid namun tetap melaksanakan ibadah-ibadah untuk menambah pahala  di bulan Suci Ramadan, yakni di antaranya sebagai berikut:

  1. Mencari Ilmu

Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib. Artinya, meski bagi Perempuan yang sedang haid harus tetap belajar dengan guru, maupun secara otodidak dengan membaca buku atau kitab-kitab.

Mencari ilmu termasuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad:

 تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلهِ خَشْيَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمدَارَسَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ

Artinya: “Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad.” (HR Ad-Dailami)

2. Berzikir

Zikir bisa dilakukan kapan saja dan tidak ada waktunya, kecuali di kamar mandi. Zikir bisa berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebaginya.

Dalam riwayat Imam Bukhari, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:

“Perumpamaan antara orang yang zikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.

3. Berdoa

Ya, doa menjadi pilihan ibadah yang mudah bagi Perempuan yang sedang haid. Adapun doa mengandung ikhtiar sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, dan juga disebut bermunajat.

4. Melakukan Kegiatan Sosial

Selain melakukan ibadah-ibadah bersifat ritual, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbantyak kegiatan positif yang bersifat sosial atau kemanusiaan.

Misalkan, bisa melakukan donor darah, memberi makan kaum fakir, memudahkan orang lain, menanam pohon dan sebagianya.

Demikianlah di antaranya aktivitas bagi kaum perempuan yang sedang haid di bulan Ramadan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Wallahu ‘Alam Bisshawa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *