KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan krisis energi global kian mengkhawatirkan setelah laporan media Amerika, The Washington Post, menyoroti dampak serius dari rencana blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.
Dalam laporannya, The Washington Post menyebutkan bahwa blokade Selat Hormuz yang digagas Presiden Donald Trump disebut berpotensi menghentikan arus pelayaran internasional dalam waktu dekat. Kondisi ini dinilai dapat memperparah krisis energi dunia yang sudah mulai terasa.
Situasi tersebut dinilai akan menjadi pukulan berat, terutama bagi negara-negara Asia.
Pasalnya, kawasan Asia sangat bergantung pada pasokan minyak, gas, serta komoditas penting lain yang dikirim dari wilayah Teluk.
Bahkan, dampak dampak blokade Selat Hormuz bagi Asia disebut bisa meluas ke sektor industri dan kebutuhan domestik. Lonjakan harga energi hingga gangguan distribusi diprediksi sulit dihindari jika jalur ini terganggu.
Sejumlah laporan terbaru juga menunjukkan kapal tanker mulai menghindari jalur tersebut menjelang penerapan blokade. Hal ini menandakan kekhawatiran pelaku industri terhadap risiko konflik yang semakin tinggi.
Dari sisi militer, kondisi di lapangan dinilai sangat berisiko. Wilayah Selat Hormuz yang sempit membuat kapal-kapal, termasuk milik AS, rentan terhadap serangan drone, rudal, hingga kapal cepat.
Dalam skenario yang diusulkan, militer AS disebut tidak hanya mengawasi, tetapi juga dapat menghentikan dan menyita kapal yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Iran. Langkah ini dinilai jauh lebih agresif dibanding sekadar pengawalan.


