Dia katakan, setiap pagi sebelum pukul 07:00 WIB, ia telah siap di kantor pusat, tepatnya di gudang penyimpanan di kawasan Jl Ambasador, Jakarta Selatan.
Ia sendiri tinggal dengan kerabat yang bertempat tinggal di kawasan Jalan Setia Kawan, Grogrol, Jakarta Barat.
Ada 50 gerobak listrik menunggu di sana. Henky merupakan salah satu pengguna. Di pinggir jalan tempat ia mangkal, di Jalan Ragunan, ada satu gerobak sejenis berdagang di perempatan lampu merah di Pasar Minggu.
“Jadi, di area Jl Ragunan hanya ada dua pedagang KSJ, termasuk saya,” ucapnya.
Dari Dagang Mie ke Kopi Keliling
Henky menceritakan awal kedatangan di Jakarta. Sebelumnya, ia berdagang mie ayam keliling dengan modal dari kerabat di Tangerang.
Celakanya, wabah Covid membuat ia harus gulung tikar. “Saya sudah tujuh bulan jualan kopi keliling ini,” ucapnya.
Di Jakarta, memang banyak usaha sejenis dengan gerobak keliling. Mereka menjadi saingan kopi saset yang dijual pedagang keliling yang menggunakan sepeda. Kopi saset dijual dengan harga Rp 5 ribu per cup.
Seperti diketahui Kopi Sejuta Jiwa merupakan retail dari Grup Jiwa, perusahaan yang juga memiliki Kopi Janji Jiwa (KJJ).

