KITAINDONESIASATU.COM- Momentum Ramadan di Kabupaten Bogor kian sarat makna religius. Rudy Susmanto secara resmi membuka pameran untuk pertama kalinya sebanyak 75 artefak peninggalan Nabi Besar Muhammad SAW beserta para kerabatnya yang dipamerkan kepada publik di kawasan Laga Tangkas Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut kehadiran pameran tersebut sebagai keberkahan besar bagi Kabupaten Bogor, sekaligus peneguhan posisi daerah sebagai simpul kebudayaan dan religiusitas di Jawa Barat.
“Tentu kita bersyukur kepada Allah SWT, tahun 2025 kita diberikan keberkahan dengan hadirnya Mahkota Binokasih untuk pertama kalinya setelah Kerajaan Pajajaran terpecah. Tahun 2026 ini, kita kembali diberikan keberkahan luar biasa dengan terbangunnya Masjid Raya Nurul Waton serta terselenggaranya pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bogor,” ujar Rudy, Minggu 22 Febuari 2026.
Tak sekadar menampilkan benda bersejarah, pameran artefak ini diproyeksikan menjadi magnet wisata religi yang berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.
Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor mempersiapkan momentum ini secara matang dengan melibatkan para ulama, organisasi Islam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dari sisi pengamanan, kegiatan ini turut melibatkan Polres Bogor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor.
“Kalau Allah tidak mentakdirkan peninggalan ini hadir di sini, tentu tidak akan terjadi. Maka ini harus kita maknai sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperbanyak doa, dan membangun Bogor dengan nilai-nilai spiritual,” tambahnya.
Sebanyak 75 artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dipamerkan dalam kegiatan ini. Rudy mengungkapkan, sejumlah artefak tersebut bahkan belum pernah ia lihat secara langsung sebelumnya, di antaranya penutup kepala, rambut, hingga ekstrak keringat Rasulullah SAW.
“Banyak yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk bermunajat kepada Allah dan memperbanyak puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.
Untuk menunjang kenyamanan jamaah, panitia juga menyiapkan area khusus bagi masyarakat yang ingin berdoa dan bermunajat, termasuk fasilitas kursi di kawasan Laga Satria.
Pameran ini dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial Ramadan, melainkan bagian dari upaya membangun identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang memadukan pembangunan fisik dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan sejarah Islam.
“Kita berharap momentum Ramadan ini semakin mendekatkan masyarakat pada kegiatan religius. Semoga kehadiran peninggalan ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Bogor dan bangsa Indonesia,” tutup Rudy.
Dengan konsep terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya, pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW ini dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sejarah Islam sekaligus penguatan batin masyarakat selama bulan suci Ramadan. (Nicko)
