Beasiswa dan Tunjangan Guru Menelan Anggaran Puluhan Triliun
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) sepanjang 2025-2026 tercatat menjangkau 5.216.294 siswa madrasah serta sekolah pendidikan Kristen, Katolik, dan Hindu dengan anggaran Rp4,07 triliun.
Sementara itu, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa pendidikan tinggi keagamaan dengan nilai Rp3,032 triliun. Beasiswa Indonesia Bangkit hasil kerja sama Kemenag dan LPDP juga mencatat 3.659 penerima pada 2024-2025, dengan nilai Rp1,377 triliun.
Kemenag turut mengalokasikan anggaran besar untuk kesejahteraan pendidik. Pada 2025, sebanyak 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama menerima tunjangan profesi senilai Rp19,148 triliun. Pada 2026, jumlah penerima tercatat mencapai 671.704 guru dengan alokasi Rp25,996 triliun.
Menag menyebut dukungan tersebut ditujukan agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan.
Di bidang pemberdayaan ekonomi umat, Kemenag melaporkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya mencapai Rp44,698 triliun, dengan 149,954 juta catatan penerima manfaat. Aset wakaf uang tercatat sebesar Rp4,7 triliun dan menjangkau sekitar 750 ribu penerima manfaat.
Sementara itu, Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025, melampaui target RPJMN 2025 sebesar 76,77.
Berbagai angka tersebut menjadi bagian dari laporan capaian Kemenag dalam mendukung agenda Asta Cita. Pemerintah menyatakan program-program tersebut diarahkan agar kehadiran negara semakin dirasakan masyarakat, meski efektivitas pelaksanaan dan pemerataan manfaat tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan. (*)





