“Semakin dijelajahi, semakin banyak kejutan alam yang membuat pengunjung penasaran,” ujar Raffi.
Kawasan ini sangat direkomendasikan bagi pencinta petualangan dan fotografi alam, terutama saat matahari terbenam, ketika cahaya oranye menyinari celah-celah batu. Ini adalah bukti nyata bahwa tiga spot wisata Pantai Labuana tidak hanya indah, tapi juga penuh misteri geologi.
Sementara itu, spot paling magis adalah Teluk Cinta, yang harus dicapai dengan menyeberang menggunakan katinting (perahu tradisional) dari dermaga utama. Teluk ini menampilkan hamparan pasir putih yang timbul di tengah laut biru toska, membentuk pola seperti hati saat dilihat dari udara—oleh karenanya dinamai Teluk Cinta. Keindahan panoramanya yang memesona membuat tempat ini layak disebut hidden gem.
Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala (2024), jumlah kunjungan ke Teluk Cinta meningkat 60% dalam dua tahun terakhir, didorong oleh viralnya foto-foto di media sosial.
Inilah simbol nyata dari kebangkitan pariwisata pasca-bencana 2018 yang dilakukan dengan pendekatan ekowisata dan partisipasi masyarakat lokal.
Upaya revitalisasi Pantai Labuana Donggala tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga sekitar.
Program pelatihan pemandu wisata, homestay berbasis komunitas, dan kampanye “Bersih-Bersih Labuana” rutin digelar bekerja sama dengan NGO lingkungan. Harapannya, seperti masa jayanya dulu, pantai ini bisa kembali menjadi ikon pariwisata nasional.


