Wisata

Miris! 350 Bambu di Arashiyama Kyoto Rusak Dicoret Wisatawan, Pemerintah Mulai Bertindak

×

Miris! 350 Bambu di Arashiyama Kyoto Rusak Dicoret Wisatawan, Pemerintah Mulai Bertindak

Sebarkan artikel ini
350 Bambu di Arashiyama Kyoto Rusak Dicoret Wisatawan
350 Bambu di Arashiyama Kyoto Rusak Dicoret Wisatawan

KITAINDONESIASATU.COM – Hutan Bambu Arashiyama di Kyoto, Jepang, tengah menghadapi masalah vandalisme yang mengganggu kelestarian kawasan wisata.

Sejumlah wisatawan diketahui mengukir nama, tulisan, hingga berbagai coretan langsung pada batang bambu. Kerusakan tersebut tidak hanya mengurangi keindahan pemandangan, tetapi juga membuat sejumlah tanaman tidak dapat dikembalikan ke kondisi semula.

Pemerintah Kota Kyoto menemukan sekitar 350 tanaman bambu mengalami kerusakan sejak musim semi 2025. Jumlah tersebut menjadi perhatian karena Arashiyama merupakan salah satu destinasi wisata populer yang dikenal dengan jalur pejalan kaki di antara rumpun bambu menjulang tinggi.

Coretan dan ukiran terlihat di sejumlah bagian batang yang berada dekat dengan jalur wisata. Kondisi tersebut membuat lanskap alami yang selama ini menjadi daya tarik utama Arashiyama tampak terganggu.

Pemerintah Kyoto Ambil Langkah Lindungi Hutan Bambu Arashiyama

Pemerintah Kota Kyoto sebelumnya telah memberikan imbauan kepada wisatawan agar tidak merusak bambu. Tindakan mengukir atau mencoret batang tanaman juga dapat dikategorikan sebagai perusakan properti di Jepang dan berpotensi dikenai denda hingga 300.000 yen.

Kerusakan yang tidak dapat dipulihkan membuat pemerintah harus mengambil tindakan lebih lanjut. Sejumlah bambu yang kondisinya sudah rusak terpaksa dipotong atau ditebang.

Pemerintah juga berencana menata posisi sebagian rumpun bambu agar lebih jauh dari jalur pejalan kaki sehingga tidak mudah dijangkau pengunjung.

Kawasan yang dikelola Pemerintah Kota Kyoto tersebut memiliki luas sekitar 2,3 hektare dengan sekitar 7.000 tanaman bambu.

Meski 350 tanaman yang rusak hanya sebagian dari keseluruhan populasi, pemerintah khawatir jumlah kerusakan terus bertambah seiring tingginya kunjungan wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *