Meski telah berusia lebih dari satu abad, bentuk dan gaya arsitekturnya masih dipertahankan hingga kini. Ornamen dan struktur bangunan yang bergaya Indische Klasik menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, menjadikannya ikon sejarah sekaligus destinasi edukasi di wilayah Cilegon.
Mobilitas Harian yang Padat
Hingga kini, Stasiun Merak melayani KA Commuter Line rute Merak–Rangkasbitung dengan frekuensi 14 perjalanan setiap hari. Layanan tersebut tidak hanya memudahkan para komuter dari Banten bagian barat, tetapi juga menjadi akses utama bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan laut ke Pulau Sumatra.
Menurut data operasional KAI, rata-rata jumlah penumpang mencapai 1.300 orang per hari atau sekitar 40 ribu pelanggan setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap moda transportasi yang terintegrasi ini.
Nilai Historis dan Fasilitas Modern
“Stasiun Merak memiliki nilai sejarah yang tinggi sekaligus fungsi strategis sebagai gerbang konektivitas Jawa dan Sumatra. KAI berkomitmen menjaga nilai historis bangunan ini sambil memastikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, belum lama ini.
