SejarahDesa Kita

Wajib Tahu! Sejarah Kota Cirebon, Pusat Penyebaran Agama Islam Abad ke-15 dan 16

×

Wajib Tahu! Sejarah Kota Cirebon, Pusat Penyebaran Agama Islam Abad ke-15 dan 16

Sebarkan artikel ini
Balai Kota Cirebon
Balai Kota Cirebon (Doc: Wikipedia)

Berada dalam pengawaasan VOC

Pada tanggal 7 Januari 1681 Cirebon secara politik dan ekonomi berada dalam pengawasan pihak VOC, setelah penguasa Cirebon waktu itu menandatangani perjanjian dengan VOC.

Pada tahun 1858, di Cirebon terdapat 5 toko eceran dua perusahaan dagang. Pada tahun 1865, tercatat ekspor gula sejumlah 200.000 pikulan (kuintal), dan pada tahun 1868 ada tiga perusahaan Batavia yang bergerak di bidang perdagangan gula membuka cabang di Cirebon. Pada tahun 1877 Cirebon sudah memiliki pabrik es. Pipa air minum yang menghubungkan sumur-sumur artesis dengan perumahan dibangun pada tahun 1877.

Pada masa kolonial pemerintah Hindia Belanda, tahun 1906 Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1.100 ha dan berpenduduk 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Kemudian pada tahun 1942, Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 ha dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kotapraja dengan luas 3.300 ha, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya menjadi 3.600 ha. Mengacu pada Keputusan Menteri dalam Negeri RI nomor 100.1.1-6117 tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode, Data Wilayah Administrasi Pemerintahan, dan Pulau, luas Kota Cirebon bertambah menjadi 3.946,4 ha.

Suku Bangsa

Cirebon sebagai kota pelabuhan pada masa lalu menjadi tempat berniaga oleh pedagang-pedagang dari berbagai etnis. Dari sinilah mereka menikah dengan warga lokal atau sesamanya, dan menetap di kota ini. Oleh karena itu di Kota Cirebon mudah dijumpai beberapa etnis. Karena kemajemukan masyarakatnya, Cirebon bahkan pernah disebut sebagai “Kota Sejuta Etnis” pada masa lalu.

Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, sebagian besar penduduk Kota Cirebon adalah orang Cirebon (jawa cirebonan). Suku Jawa dan Sunda memiliki jumlah yang cukup signifikan. Penduduk dari keturunan Tionghoa juga terdapat di Kota Cirebon, seterusnya disusul oleh suku Batak, Minangkabau, dan suku lainnya. Berikut adalah besaran penduduk Kota Cirebon berdasarkan suku bangsa sesuai data Sensus Penduduk tahun 2000;

  • Suku Cirebon – 149.171 (54,95%)
  • Suku Jawa – 53.747 (19,80%)
  • Suku Sunda – 34.589 (12,74%)
  • Suku Tionghoa – 12.124 (4,47%)
  • Suku Batak – 1.600 (0,59%)
  • Suku Betawi – 1.518 (0,56%)
  • Suku Minangkabau – 994 (0,36%)
  • Suku Lainnya – 17.722 (6,53%)

Catatan: Suku Lainnya sudah termasuk suku-suku sisanya yang membentuk populasi Kota Cirebon seperti: Madura, dan Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *