KITAINDONESIASATU.COM – Kota Bandung mulai terasa padat, banyak warga memilih naik sedikit ke utara — ke kawasan Dago. Di sinilah berdiri Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Dago Pakar), destinasi alami yang menjadi tempat favorit untuk “ngadem” di bawah rindangnya pepohonan pinus dan mahoni.
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, atau yang lebih dikenal sebagai Tahura Dago Pakar, adalah kawasan konservasi alam seluas lebih dari 500 hektare yang menjadi paru-paru hijau Kota Bandung. Selain udara sejuk dan pepohonan tinggi, Tahura juga memiliki jalur trekking, gua bersejarah, dan air terjun alami yang menenangkan.
Tempat ini dikelola oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan menjadi destinasi bagi berbagai kalangan — mulai dari keluarga, pelajar, hingga pecinta alam yang mencari ketenangan di tengah kesejukan hutan kota.
Tahura Dago Pakar berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No. 99, Dago Pakar, Kecamatan Cimenyan, Kota Bandung, Jawa Barat. Letaknya tidak jauh dari kawasan wisata Dago Atas dan dapat diakses sekitar 15 menit dari pusat Kota Bandung.
Tempat ini dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari, ketika kabut tipis masih menyelimuti pohon-pohon dan udara terasa paling segar.
Bagi warga Bandung maupun wisatawan, Tahura menjadi pilihan utama untuk menenangkan pikiran. Selain karena udaranya yang bersih dan suasananya yang tenang, tempat ini juga memberikan nuansa alam yang sulit ditemukan di pusat kota yang semakin padat.
Untuk masuk ke kawasan Tahura, pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp15.000 per orang (harga domestik) dan tambahan biaya parkir kendaraan. Dari pintu utama, pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri jalur setapak menuju Goa Belanda, Goa Jepang, atau Curug Omas Maribaya sambil menikmati suara serangga dan gemericik air sungai.
Dengan kombinasi udara dingin, aroma tanah basah, dan pemandangan hutan yang masih alami, Tahura Dago Pakar menjadi tempat paling ideal untuk sekadar duduk tenang, menyeruput kopi, dan membiarkan diri sejenak beristirahat dari rutinitas kota.


