KITAINDONESIASATU.COM – Hilangnya dua batu yoni dari Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember, menjadi perhatian karena benda tersebut bukan sekadar batu kuno.
Yoni merupakan tinggalan arkeologi yang berkaitan dengan kebudayaan Hindu-Buddha masa klasik dan umumnya menjadi pasangan lingga.
Sejarawan asal Jember, RZ Hakim, menyebut keberadaan yoni di Pocangan penting untuk membaca jejak kehidupan masyarakat masa lalu. Terlebih, kawasan sekitar Asta Pocangsari juga menyimpan sejumlah tinggalan lain.
Lima Fakta Batu Yoni Pocangan
Berikut lima fakta mengenai dua batu yoni yang dilaporkan hilang:
- Berkaitan dengan budaya Hindu-Buddha
Yoni merupakan tinggalan arkeologi masa klasik yang umumnya berpasangan dengan lingga. Keberadaan keduanya dapat menjadi petunjuk mengenai perkembangan kebudayaan masyarakat pada masa lalu. - Diduga berasal dari era Medang
Dua yoni di Pocangan disebut diduga berasal dari era Medang dan telah tercatat sebagai Obyek Cagar Budaya (OCB). Status tersebut membuat keberadaannya memiliki nilai sejarah yang perlu diperhatikan. - Memiliki kaitan dengan lingga
Di sekitar kawasan Asta Pocangsari juga disebut terdapat tinggalan berupa lingga. Kombinasi yoni dan lingga menjadi petunjuk penting dalam memahami konteks sejarah kawasan. - Dikelilingi bata kuno
Kawasan tersebut tidak hanya menyimpan batu yoni. Menurut Hakim, terdapat pecahan atau susunan bata kuno dengan karakter berbeda dari bata modern. Ukurannya bahkan disebut lebih tebal dan diduga lebih tua. - Kehilangan benda sekaligus konteks sejarah
Hilangnya yoni membuat peneliti berpotensi kehilangan informasi mengenai posisi asli benda, lingkungan penemuannya, serta keterkaitannya dengan tinggalan arkeologi lain.






