Ia menanam varietas golden topaz dan dalmasian yang masih tergolong jarang dibudidayakan petani setempat, sehingga peluang pasarnya cukup menjanjikan.
Dalam setahun, kebun melon tersebut mampu melakukan panen hingga enam sampai tujuh kali.
Setiap masa panen menghasilkan ratusan buah melon dengan harga jual rata-rata Rp35 ribu per kilogram.
Menariknya, hasil panen biasanya ludes terjual dalam waktu kurang dari satu minggu.
Untuk menjaga kualitas, pengelola menerapkan sistem vertigasi tetes dengan media tanam cocopeat. Metode ini membantu suplai nutrisi tetap stabil selama fase pertumbuhan tanaman sekaligus lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain bernilai ekonomi, wisata petik melon ini juga menjadi sarana pembelajaran pertanian modern bagi masyarakat.

