Kuliner

Sate Klathak Pak Bari di Pasar Jejeran, Ramai Pembeli Sejak Petang hingga Malam

×

Sate Klathak Pak Bari di Pasar Jejeran, Ramai Pembeli Sejak Petang hingga Malam

Sebarkan artikel ini
sate klatak pak bari f.wiradesa
Sate Klathak Pak Bari berlokasi Pasar Jejeran, Yogyakarta. (Dok. Wiradesa)

KITAINDONESIASATU.COM – Pasar Jejeran, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta, setiap malam selalu dipadati pengunjung. Bukan untuk berbelanja kebutuhan harian, melainkan untuk menikmati kuliner khas Jogja yang sudah melegenda bernama ‘’Sate Klathak Pak Bari’’.

Warung yang mulai buka pukul 18.30 WIB ini langsung diserbu pembeli, bahkan antrean panjang sudah terlihat sebelum lapak dibuka. Sejak kemunculannya dalam film Ada Apa dengan Cinta? 2, popularitas sate klathak racikan Pak Sabari atau yang akrab disapa Pak Bari, semakin melonjak.

Ciri Khas Sate Klathak

Sate klathak adalah sate kambing yang dibakar menggunakan tusuk jeruji sepeda alih-alih tusuk bambu. Menurut Pak Bari, penggunaan jeruji besi membantu menghantarkan panas lebih merata sehingga daging matang sempurna.

Bumbu yang digunakan pun sederhana, hanya garam, tanpa bumbu kacang atau sambal bawang seperti sate pada umumnya. Setiap porsi berisi dua tusuk sate, masing-masing dengan enam potong daging kambing muda, disajikan bersama nasi, kuah gulai, dan minuman, seharga Rp20.000.

Selain sate klathak, warung ini juga menawarkan tongseng, tengkleng, gulai jeroan, serta minuman hangat dengan gula batu sebagai pemanis.

Usaha ini telah diwariskan turun-temurun sejak sebelum kemerdekaan oleh Mbah Ambyah, dilanjutkan Pak Wakidi, dan kini dikelola oleh Pak Bari sejak 1992. Lokasi di Pasar Jejeran dipilih karena dulunya menjadi tempat berjualan sang kakek setelah bertahun-tahun berkeliling menjajakan sate.

Nama “sate klathak” memiliki dua versi asal-usul, dari biji melinjo (klathak) yang pernah ditempelkan Pak Bari pada daging sate, atau dari bunyi “klathak-klathak” saat sate dibakar.

Bagi pengunjung yang ingin mencicipi kuliner ini, disarankan datang lebih awal untuk menghindari kehabisan. Mengingat kapasitas tempat duduk terbatas, pengunjung juga kerap harus berbagi meja atau duduk lesehan di lorong pasar.

Informasi Harga:

  • Harga: Rp20.000/porsi (termasuk nasi, kuah gulai, minuman)
  • Jam buka: 18.30 WIB – habis

Lokasi: Pasar Jejeran, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *