Popularitas es pala ini tak hanya menggaet warga lokal. Pesanan besar sering datang, dari acara pernikahan, wisuda, hingga hajatan resmi pemerintah. Pernah pula seorang pembeli dari Sukabumi menawar resepnya dengan harga Rp10 juta, bahkan ada yang membuka cabang di Lombok.
Khasiat minuman ini juga sudah diuji. Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama tim medis PMI Bogor pernah meneliti kandungan es pala racikan Ata. Hasilnya, minuman ini dipercaya bermanfaat untuk meredakan gatal tenggorokan, memperbaiki pola tidur, menyehatkan lambung, hingga menambah nafsu makan.
Kini, di tengah derasnya minuman kekinian, Es Pala Pak Ujang tetap tegak sebagai saksi hidup perjalanan kuliner Bogor. Cukup merogoh Rp5.000, siapa pun bisa merasakan segarnya warisan rasa tiga generasi ini. Lapaknya buka setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB, tepat di perempatan Gang Aut, pintu masuk Jalan Suryakencana. (Nicko).***




