KITAINDONESIASATU.COM – Kerajaan Sumedang Larang adalah kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat, yang dikenal dengan beberapa nama dan periode kekuasaan. Awalnya merupakan pecahan dari Kerajaan Sunda-Galuh yang bercorak Hindu, kemudian mengalami perkembangan menjadi kerajaan yang berdaulat dengan pengaruh Islam, dan akhirnya menjadi kabupaten di bawah Kesultanan Mataram.
Berdiri pada abad ke-16 Masehi pasca bubarnya kesultanan Demak. Popularitas kerajaan ini tidak menonjol sebagaimana kerajaan Demak, Mataram, Banten dan Cirebon dalam literatur sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Namun keberadaan kerajaan ini memberikan bukti sejarah yang sangat kuat pengaruhnya di kalangan orang Sunda dalam proses penyebaran agama Islam, sebagaimana yang dilakukan pertama kali oleh Kesultanan Demak, lalu Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten. Proses Islamisasi dilakukan oleh Kesultanan Demak berhasil sehingga masyarakat Sumedang yang sebelumnya menganut aliran kepercayaan Sunda Wiwitan lambat laun berkeyakinan Islam.
Sejarah Kerajaan Sumedang Larang
Dalam catatan sejarahnya, kerajaan yang pertama kali didirikan pada abad ke-8 ini sempat mengalami beberapa kali perubahan nama. Selain itu, Kerajaan Sumedang Larang mengalami tiga periode kekuasaan, yakni menjadi bawahan Kerajaan Sunda-Galuh, menjadi kerajaan Islam berdaulat, dan menjadi kabupaten di bawah Kerajaan Mataram Islam.
Didirikan pada tahun 721 M oleh Prabu Tajimalela, keturunan dari raja Wretikandayun dari Kerajaan Galuh, di wilayah bekas dari Kerajaan Tembong Agung. Nama kerajaan diubah menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam. Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal, insun madangan”, yang artinya “Aku dilahirkan, aku menerangi”. Sementara kata Sumedang berasal dari kata Insun madangan, yang berubah pengucapannya menjadi sun madang, dan selanjutnya berubah menjadi Sumedang.
Prabu Tajimalela kemudian digantikan oleh putranya yang bergelar Prabu Gajah Agung. Dari Kerajaan Tembong Agung hingga akhirnya menjadi Kerajaan Sumedang Larang, status kerajaan ini sebagai bagian dari Kerajaan Sunda dan Galuh antara abad ke-8 sampai abad ke-16 M, dimana penguasanya berada di bawah penguasa kedua kerajaan tersebut, yang nantinya bergabung menjadi Kerajaan Pajajaran.
Ibu kota Sumedang Larang di saat pendiriannya berada di Citembong Girang, yang saat ini masuk dalam wilayah Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang.






