Desa KitaNews

Harga Cabai Semakin Pedas, Pemkab Bogor Turun ke Sawah

×

Harga Cabai Semakin Pedas, Pemkab Bogor Turun ke Sawah

Sebarkan artikel ini
file 1765783332708 543b75c7 ca09 4366 82fc 3134e5505c22
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Kelompok Tani Biotani melakukan penanaman cabai di Kecamatan Jasinga. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Lonjakan harga cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi daerah mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah konkret di sektor pertanian. Melalui penguatan produksi komoditas strategis, Pemkab Bogor terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Salah satunya diwujudkan dengan penanaman cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Biotani di Kecamatan Jasinga, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi berbasis produksi lokal.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Bogor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis, khususnya cabai yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap inflasi daerah.

Mewakili Bupati Bogor, Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan, Mustaqim menegaskan bahwa cabai bukan sekadar produk pertanian biasa, melainkan komoditas strategis yang sangat mempengaruhi inflasi, daya beli masyarakat, serta kesejahteraan petani.

“Produksi cabai di Kabupaten Bogor saat ini mencapai 16.603,85 ton atau mengalami peningkatan signifikan sebesar 19,5 persen dibandingkan tahun 2023. Namun demikian, capaian tersebut belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan secara optimal, sehingga masih terdapat ruang besar untuk ditingkatkan melalui kolaborasi semua pihak,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Desember 2025.

Baca Juga  Lokasi SIM Keliling Tangerang Selatan Jelang Tutup Tahun

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam memperkuat produksi pertanian. Peran petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, khususnya komoditas cabai.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Bogor juga menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian, meliputi benih dan bibit komoditas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, pupuk dan pestisida, serta alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.

Selain itu, pemerintah daerah turut memfasilitasi penguatan prasarana pertanian melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, serta bangunan rumah penampungan hasil pertanian. Upaya ini bertujuan agar hasil panen petani lebih optimal, terjaga kualitasnya, dan memiliki nilai tambah.

Baca Juga  Prabowo Berkomitmen Wujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia dalam Lima Tahun

“Dengan potensi pertanian yang besar, serta didukung kerja sama, semangat gotong royong, dan keberpihakan nyata kepada petani, kami yakin Kabupaten Bogor mampu menjadi daerah yang mandiri pangan dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan,” pungkasnya.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Cabai merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Gerakan Tanam Cabai ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas cabai di Kabupaten Bogor, menambah suplai di tingkat kelompok tani dan masyarakat, serta menekan fluktuasi harga komoditas strategis yang kerap menjadi penyumbang inflasi daerah, terutama pada momentum hari besar keagamaan dan musim tertentu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah melalui peningkatan partisipasi serta kapasitas petani hortikultura.

Baca Juga  56 Wakil Menteri Perkuat Kabinet Merah Putih, Dilantik Senin 21 Oktober

“Secara keseluruhan, program ini menargetkan pengembangan kawasan cabai seluas 280 hektare yang tersebar di 23 kecamatan, disertai penyaluran alat dan mesin pertanian, pupuk hayati dan organik kepada ratusan kelompok tani, serta pembangunan dan perbaikan prasarana pertanian seperti irigasi, jalan usaha tani, dan dam parit,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis ketersediaan cabai dapat terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan V, Kepala Bank BJB Cibinong, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Forkopimcam Jasinga, serta para kepala desa se-Kecamatan Jasinga. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *