BisnisNews

Yogya Cimanggu Avenue Ramai Pengunjung, Manajemen Beberkan Soal Kemacetan dan SLF

×

Yogya Cimanggu Avenue Ramai Pengunjung, Manajemen Beberkan Soal Kemacetan dan SLF

Sebarkan artikel ini
IMG 20260423 WA0029 1
Gedung Yogya Cimanggu Avenue di Kota Bogor tampil dengan konsep modern dan menjadi pusat aktivitas baru warga. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Pusat perbelanjaan Yogya Cimanggu Avenue yang berlokasi di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, resmi beroperasi sejak beberapa hari lalu di gedung barunya dan langsung menarik antusiasme masyarakat.

Di tengah tingginya kunjungan, pihak manajemen mengakui adanya dampak kemacetan di sekitar lokasi. Regional Manager Yogya Cimanggu Avenue, Endang Yudhi, menyebut kondisi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh operasional mal.

“Memang kita akui ada kemacetan. Tapi sebelum mal ini buka pun di depan sudah macet. Jadi bukan kontribusi 100 persen dari kita,” ujarnya, kepada kitaindonesiasatu.com, Kamis, 23 April 2026, malam.

Menurutnya, kemacetan juga dipengaruhi oleh faktor teknis jalan, seperti posisi putaran arah (U-turn) yang berdekatan sehingga memperlambat arus kendaraan.

Selain itu, Endang menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah memproses Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ia mengakui dokumen tersebut belum terbit dan masih dalam tahap pengajuan melalui sistem resmi.

“Kita sedang proses pengajuan SLF. Saat ini dokumen sedang dilengkapi dan akan segera diunggah ke Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG),” katanya.

Ia menuturkan, keterlambatan pengurusan SLF dipicu adanya perbedaan informasi yang diterima manajemen. Berdasarkan pemahaman sebelumnya, SLF dapat diurus bersamaan dengan operasional gedung.

“Ada miskomunikasi. Informasi yang kami terima, SLF sekarang bisa diurus sambil gedung beroperasi. Tapi kami tetap beritikad baik untuk menyelesaikan prosesnya,” jelasnya.

Endang menegaskan, seluruh perizinan lain telah dipenuhi, mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dokumen lingkungan, hingga izin limbah.

“Kalau dokumen lain sudah lengkap, seperti KKPR, PBG, AMDAL, termasuk izin limbah cair dan B3,” ucapnya.

Terkait pengaturan lalu lintas, pihak manajemen mengaku telah berkoordinasi dengan pihak berwajib. Sejumlah personel diterjunkan untuk membantu pengaturan kendaraan, terutama saat lonjakan pengunjung.

“Kita koordinasi dengan kepolisian. Ada tim lalu lintas yang membantu pengaturan di lapangan,” katanya.

Diketahui, pada berita sebelumnya operasional Yogya Cimanggu Avenue juga menjadi sorotan publik karena diduga belum mengantongi SLF, yang merupakan dokumen penting sebagai bukti kelayakan dan keamanan bangunan sebelum digunakan.

Sebagai informasi tambahan:
Meski demikian, manajemen memastikan proses pengurusan SLF tengah berjalan dan sudah diterima resi pengajuannya sehingga menargetkan pengajuan dapat segera diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *