Penurunan tersebut membuat harga saham RANS kini berada jauh di bawah harga penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Diketahui, RANS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026.
Saat pertama kali diperdagangkan, saham RANS sempat mencatatkan kenaikan hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), yakni melonjak 34,12% ke level Rp228 per saham.
Dalam proses IPO, perseroan melepas sebanyak 2.525.000.000 saham atau sekitar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana.
Kala itu, harga penawaran saham RANS ditetapkan dalam rentang Rp135 hingga Rp170 per saham.
Kini, setelah sempat mencatatkan lonjakan pada perdagangan perdana, saham RANS justru mengalami tekanan berkepanjangan hingga menyentuh Rp96 per saham. (*)




