KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya serangan militer terbaru terhadap Pulau Qeshm, Iran.
Operasi tersebut menyasar sistem pertahanan udara Iran di kawasan strategis Selat Hormuz. Pernyataan Trump kembali menjadi perhatian dunia internasional karena berlangsung ketika Washington dan Teheran masih berupaya membuka jalan menuju kesepakatan diplomatik.
Trump menggambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan terbatas yang menargetkan perangkat antipesawat milik Iran. Ia mengklaim pasukan Amerika Serikat berhasil menghancurkan sistem pertahanan tersebut dalam waktu singkat.
Namun, belum seluruh rincian mengenai dampak serangan maupun kerusakan di lokasi sasaran dapat dipastikan secara independen.
Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan adanya dua ledakan di wilayah Suza, Pulau Qeshm. Laporan tersebut muncul setelah terdengar suara ledakan di kawasan yang berada dekat jalur pelayaran internasional tersebut.
Serangan Trump ke Pulau Qeshm Berlangsung di Tengah Upaya Negosiasi AS dan Iran
Pulau Qeshm memiliki posisi geografis penting karena terletak di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
Setiap perkembangan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi perdagangan internasional dan stabilitas energi global.
Selain laporan serangan, media pemerintah Iran juga menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara negaranya berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat tanpa awak MQ-9 milik Amerika Serikat di sekitar Pulau Qeshm.
Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyampaikan bahwa situasi di kawasan tersebut relatif tenang dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai laporan ledakan.
Di tengah perkembangan militer, Trump juga menyampaikan bahwa komunikasi antara pemerintahannya dan perwakilan Iran masih berlangsung.



