“Dari sisi permintaandidukung dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk 6 bulan kedepan yang masih optimis dengan nilai indeks 141,1 nilai inimeningkat dari triwulan sebelumnya (139,8), ditopang oleh lebih baiknya ekspektasi ketersediaan lapangan kerja ke depan dan meningkatnya perkembangan kegiatan usaha. Selain itu, terdapat 23 event musik internasional serta 8 event olahraga yang diselenggarakandi Jakarta pada triwulan I 2025 yang akan mendorong konsumsi RT lebih lanjut,” paparnya.
Dari sisi LU, kuatnya pertumbuhan akan didorong oleh LU Perdagangan, Konstruksi, Jasa Keuangan, dan Jasa Perusahaan seiringmeningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin dari prakiraankenaikan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) SKDU untuk keempat LU tersebut.
Selain itu, berlanjutnya pembangunan proyek multitahunPemerintah seperti MRT dan LRT, pembangunan proyek PSN 2025 di DKI Jakarta, serta proyek lainnya turut mendorong ekonomi Jakarta pada Tw I 2025.
Pertumbuhan juga didorong oleh kebijakan makroprudensial longgaruntuk mendorong penyaluran kredit seperti KLM, RIM, dan LTV. Sejalan dengan itu, Pemerintah juga mengimplementasikan beberapakebijakan seperti KUR, KPR FLPP, serta insentif pajak yang mendorong penyaluran kredit properti dan kendaraan bermotor.
Selain itu, digitalisasi di Jakarta terus menguat tercermin dari volume transaksi QRIS yang tumbuh 167% yoy, dengan pangsa Volume QRIS Jakarta yang signifikan terhadap Nasional mencapai 32%.
Pertumbuhan akseptasi QRIS tersebut terutama pada sektor Akmamin, Perdagangan, dan Jasa Perusahaan, dengan tetap mendorongpemerataan volume transaksi QRIS secara spasial.
Sebaran volume transaksi QRIS di Jakarta juga terus didorong. Saat ini, Jakarta Selatan memegang pangsa tertinggi sebesar 38,13%, disusul oleh Jakarta Barat dengan pangsa sebesar 23,10%.
Pada tahun 2025, pengguna baruQRIS ditargetkan sebanyak 130 ribu pengguna, dengan volume sebesar 2,2 miliar transaksi atau meningkat 105,90% (yoy) dari target 2024.
Selain itu, Pemda DKI semakin digital tercermin pada indekselektronifikasi transaksi pemda (IETPD) Jakarta yang semakinmeningkat pada Semester II 2024 yaitu sebesar 99,8% (skala 100%).


