KITAINDONESIASATU.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam sejak Senin (3/3/2026) merespons eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya pengamat khawatir serangan AS-Israel ke Iran berakibat pada pasokan energi global.
Faktanya memang kekhawatiran itu terbukti. Harga minyak dan gas global naik akibat konflik Timur Tengah, hingga menjadi sorotan utama pasar komoditas internasional.
Menurut beberapa sumber, akibat konflik tersebut, minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran Rp1.280.000 per barel setelah sempat menembus Rp1.312.000 dalam sesi Asia.
Fakta itu, mencerminkan kepanikan investor bahwa harga minyak dan gas naik akibat konflik Timur Tengah dapat berlanjut jika ketegangan militer tidak segera mereda di kawasan Timur Tengah.
Kenaikan minyak terjadi pasca pembukaan pasar setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, dengan Brent naik 9,4% menjadi Rp1.275.200 per barel, sementara WTI Amerika naik 7,5% menjadi Rp1.144.800 per barel.


