Bahkan, katanya, Indonesia Africa Forum tahun ini mencatat kesepakatan bisnis yang nilainya mencapai 3,5 miliar US$ hampir 6 kali lipat dari IAF pertama di tahun 2018,” tutur Jokowi.
Jokowi menginginkan agar pertemuan ini dapat menciptakan perubahan positif di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
“Kita semua hendak menciptakan perubahan positif di tengah dunia yang penuh dengan tantangan baik tantangan perlambatan ekonomi dan tingkat pengangguran dan inflasi yang belum membaik. Maupun ketegangan geopolitik yang terus berlanjut yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan mengganggu rantai pasok global,” ungkap Jokowi.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan solidaritas yang kini justru menipis.
“Sangat disayangkan di saat seperti ini solidaritas internasional justru menurun, semangat multilateralisme itu semakin dikesampingkan dan pragmentasi semakin melebar, dan pada akhirnya negara berkembang adalah yang paling berdampak. Jutaan rakyat negara berkembang yang paling merasakan kesulitan,” paparnya. (Aris)
