KITAINDONESIASATU.COM – Telin, anak usaha Telkom, menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggelar proyek kabel laut Indonesia Cable Express (ICE) 2, yang memiliki panjang sekitar 4.000 kilometer dan direncanakan rampung pada 2026.
Tandatangan MoU, berkolaborasi dengan IOH untuk project ICE-2, yang menghubungkan Singapura ke beberapa kota besar di Indonesia sampai ke Manado juga.
“Kolaborasi dua operator, Telkom Group dan IOH, bersama membangun kemajuan digital infrastruktur di Indonesia,” ujar Budi Satria Dharma Purba, Chief Executive Officer Telin di The Westin Nusa Dua Resort, Bali, Rabu (28/8/2024).
Proyek ICE-1 dan ICE-2 adalah bagian dari proyek pemasangan kabel bawah laut Indonesia Cable Express (ICE) yang dilakukan oleh Telkom Indonesia melalui anak usahanya, Telin.
ICE-1: Proyek ini membentang sepanjang 11.000 km, menghubungkan Indonesia dengan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Rutenya melalui Selat Sunda dan akan mendarat di Kochi, India, menawarkan rute alternatif yang resilient dan gerbang internasional baru.
Sedangkan panjang Rute ICE-2 memiliki panjang sekitar 4.000 km dan menghubungkan Singapura dengan beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Manado, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Proyek kabel bawah laut Indonesia Cable Express (ICE) memiliki total investasi sebesar US$2,660 juta sekitar Rp 50 triliun.
Telkom Indonesia (TLKM) sebagai salah satu kontributor konsorsium ini, menginvestasikan sekitar US$620 juta atau setara dengan Rp10,1 triliun (kurs: Rp16,280) untuk proyek ini.
Proyek ini sedang dilaksanakan, dengan detail investasi yang dibagi dalam rentang US$420 juta hingga US$620 juta.
Tujuan utama dari proyek kabel bawah laut Telkom, yang dikenal sebagai Indonesia Cable Express (ICE), adalah untuk menghubungkan Indonesia dengan Asia, Timur Tengah, dan Eropa, serta menjadikan Indonesia sebagai hub kabel laut dunia.
Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas digital antar negara dan meningkatkan keandalan jaringan komunikasi.
Telkom juga berupaya untuk mengembangkan sistem komunikasi kabel laut yang dapat memenuhi kebutuhan interkonektivitas data center di antara lokasi-lokasi strategis utama, seperti Batam dan Singapura. (**)
