KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa sore.
IHSG tercatat turun 43,45 poin atau 0,61 persen ke posisi 7.048,22, sementara indeks LQ45 juga melemah 0,23 persen menjadi 715,81.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan akibat kombinasi sentimen global dan domestik.
Dari faktor eksternal, ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah, turut memengaruhi psikologis pasar.
Sementara itu, dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi dan fluktuasi nilai tukar rupiah menjadi faktor yang menekan pergerakan indeks.
Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap hati-hati dengan melakukan rotasi investasi ke sektor energi dan komoditas, serta lebih selektif terhadap saham berkapitalisasi besar.
Perdagangan hari ini diawali dengan penguatan, namun IHSG segera berbalik arah ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Tren pelemahan berlanjut pada sesi kedua hingga akhir perdagangan.
Pergerakan Sektoral dan Aktivitas Perdagangan IHSG
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya tiga sektor yang mencatatkan penguatan, dipimpin sektor barang konsumen primer yang naik 1,32 persen.
Sektor kesehatan dan properti juga mencatat kenaikan masing-masing sebesar 0,43 persen dan 0,33 persen.
Sebaliknya, delapan sektor mengalami pelemahan, dengan sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 4,10 persen.
Sektor energi dan teknologi juga melemah masing-masing 2,53 persen dan 1,33 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,74 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 27,26 miliar lembar saham senilai Rp14,95 triliun.
Sebanyak 262 saham menguat, 406 saham melemah, dan 151 saham stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga bergerak bervariasi. Indeks Nikkei dan Shanghai ditutup melemah, sementara Hang Seng menguat tipis.
Adapun Strait Times turut mengalami pelemahan tipis pada perdagangan sore ini.(*)


