KITAINDONESIASATU.COM– Harga daging ayam di sejumlah pasar Kabupaten Bogor melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini tidak hanya dirasakan di pasar-pasar besar, tetapi juga di pasar tradisional di berbagai kecamatan. Dari Pasar Cibinong, Cileungsi, Ciluar, hingga Ciawi, pedagang dan konsumen sama-sama mengeluhkan lonjakan harga yang membuat daya beli menurun.
Sebelumnya, harga daging ayam di Pasar Cibinong, Kecamatan Cibinong, terpantau naik sejak lima hari terakhir. Salah satu pedagang, Madun (19), mengungkapkan harga daging ayam negeri yang biasa dijual Rp35 ribu per kilogram kini menembus Rp40 ribu.
“Udah naek dari lima hari kemarin, Rp35 ribu ke Rp40 ribu perkilo,” kata Madun kepada wartawan, Selasa 16 September 2025.
Menurut dia, kenaikan harga tersebut langsung memicu keluhan pembeli. “Ayam negeri, udah banyak keluhan dari pembeli dari kemarin,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor memberikan penjelasan. Kepala Bidang Tertib Niaga Disdagin, Anton Sujana, menyebut kenaikan harga ayam dipicu dua faktor utama.
“Pertama yang jadi pemicunya karena permintaan masyarakat sendiri, kedua pakan naik,” kata Anton, Rabu 17 September 2025.
Anton menegaskan, Disdagin bergerak cepat untuk menanggulangi masalah tersebut. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan koordinasi intensif dengan distributor guna menjaga ketersediaan pasokan ayam dan menekan gejolak harga di pasar.
“Kami sudah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan beberapa distributor, untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga ayam di pasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anton menegaskan fokus utama Disdagin bukan hanya menstabilkan harga, tetapi juga memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.
“Ketersediaan bahan pokok tetap menjadi prioritas kami, karena tujuan kami bukan hanya menstabilkan harga, tetapi juga memastikan pasokan ayam tidak terhambat,” ujarnya.
Dengan situasi harga yang terus bergerak, masyarakat berharap intervensi pemerintah daerah dapat segera menahan laju kenaikan. Pasalnya, ayam menjadi salah satu bahan pangan penting yang hampir selalu hadir di meja makan warga Kabupaten Bogor. (Nicko)***



