Tidak hanya itu, saham emiten besar lain seperti Hyundai Motor dan LG Energy Solution ikut terpangkas 4-6%.
Para analis menyebut kekalahan ini sebagai imbas dari penurunan Wall Street pada perdagangan Kamis (4/6/2026) serta aksi ambil untung (profit taking) atas saham teknologi yang dinilai sudah terlalu mahal.
Fenomena ini juga memperlihatkan pergeseran modal investor ke sektor energi dan saham bernilai (value stocks), seiring won Korea Selatan yang melemah ke posisi terendah dalam hampir 17 tahun terhadap dolar AS.***



