Bisnis

Gempar! UKM Sawit Indonesia bisa Kuasai Pasar Global, dari Minyak Goreng hingga Bahan Bakar Roket

×

Gempar! UKM Sawit Indonesia bisa Kuasai Pasar Global, dari Minyak Goreng hingga Bahan Bakar Roket

Sebarkan artikel ini
umkm
Ahli, akademi, dan praktisi saat acara Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045’’. (Dok. Istimewa)

KITAINDONESIASATU.COM – Ahli, akademisi, dan praktisi industri menegaskan bahwa sawit tidak lagi eksklusif untuk korporasi besar. Komoditas ini memiliki nilai tambah tinggi dan membuka peluang emas bagi UKM Indonesia, yang produknya kini menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari minyak goreng, kosmetik, lilin aromaterapi, hingga makanan premium.

Jumlah pelaku UKM sawit terus meningkat setiap tahun, tersebar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi. Hal ini terungkap dalam Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045”, yang digelar di Serpong, Banten, Kamis (23/10/2025) oleh Majalah SAWIT INDONESIA, dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan Asian Agri.

Workshop menghadirkan narasumber penting, antara lain Puspo Edi Giriwono (IPB), Bachtiar Priyambodo (Kadis UKM Tangerang Selatan), Mochamad Husni (GAPKI), dan Shandyka Yudha Pratama (PT Ratu Bio Indonesia), dimoderatori Hamzirwan Hamid (Harian Kompas). Acara dibuka oleh Metty Kusmayantie (Kementerian UMKM RI), diikuti 30 jurnalis media cetak dan online, serta hadir Sahat Sinaga (Ketua DMSI).

Menurut Metty Kusmayantie, “Sinergi antara media dan UKM sawit adalah langkah strategis untuk memperluas eksposur positif komoditas unggulan nasional. Sawit menyumbang sekitar 60 persen dan menyerap 67 persen tenaga kerja nasional pada 2023, menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga  KAI: 3 Juta Lebih Tiket Kereta Api Terjual Saat Natal dan Tahun Baru 2025

Ketua Pelaksana Workshop, Qayum Amri, menekankan peran BPDP dalam mendukung pengembangan UKM sawit.

“BPDP telah menyusun katalog 100 produk sawit dari 22 UKM di berbagai daerah, mulai dari Riau, Aceh, Sumatra Barat, hingga Sulawesi Selatan. Produk sawit kini tidak terbatas pada minyak goreng, tetapi mencakup skincare, kosmetik, aromaterapi, lilin, kopi, cokelat, keripik, hingga mie sawit merah,” tuturnya.

Puspo Edi Giriwono menegaskan, “Sawit adalah produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi dari akar rumput hingga industri besar. Dengan teknologi yang tepat, sawit bahkan bisa dijadikan bahan bakar roket karena hidrokarbonnya setara dengan minyak bumi. Produktivitasnya tinggi, untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati global, sawit hanya memerlukan seperempat lahan dibanding kedelai atau bunga matahari.”

Baca Juga  Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di Kuartal I-2026, Ditopang Konsumsi Ramadhan dan Lebaran

Produk turunan sawit kini merambah berbagai sektor, dari skincare, lilin aromaterapi, sabun, hingga makanan premium. Riset IPB menunjukkan minyak sawit merah dapat membantu mencegah stunting dan meningkatkan fungsi kognitif anak, sebagaimana yang diterapkan di Nigeria.

Tantangan utama bagi UKM adalah branding dan mindset. Para pelaku UMKM didorong untuk naik kelas, tidak sekadar menjadi pengrajin lokal.

Bachtiar Priyambodo (Kadis UKM Tangerang Selatan) menekankan, “UMKM adalah tulang punggung ekonomi kota, dan sektor sawit adalah peluang besar untuk legalitas usaha, pelatihan, dan inkubasi bisnis,” ucapnya.

Dari sisi industri, Mochamad Husni (GAPKI) menegaskan, “Peran media vital untuk mempertemukan UKM sawit dengan pasar.”

Sementara Sahat Sinaga (DMSI) menambahkan, “UKM dan koperasi harus menjadi motor kemajuan industri sawit, mengubah petani dari sekadar produsen TBS menjadi subjek penggerak ekonomi,” ujar Sahat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *