KITAINDONESIASATU.COM – Kemenangan dramatis Real Madrid atas AS Roma di Liga Champions justru diwarnai ketegangan antara Vinicius Junior dan pelatih Jose Mourinho. Bintang asal Brasil itu dikabarkan meluapkan kekesalannya setelah ditarik keluar ketika Los Blancos masih tertinggal dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Olimpico, Kamis (15/10) dini hari WIB.
Momen tersebut menjadi sorotan setelah Vinicius disebut melontarkan empat kata bernada protes kepada keputusan sang pelatih. Berdasarkan laporan media Spanyol yang dikutip GiveMeSport, pemain berusia 26 tahun itu terdengar berkata, “Why is he taking me off!?” yang berarti, “Mengapa dia mengganti saya?”
Insiden tersebut terjadi ketika Real Madrid sedang berjuang mengejar ketertinggalan. Keputusan Mourinho menarik Vinicius dari lapangan memicu reaksi emosional sang pemain, yang terlihat menggerakkan tangan dengan kesal hingga membanting gelang keringatnya ke tanah. Sejumlah staf kepelatihan kemudian berusaha menenangkan winger tersebut.
Di tengah ketegangan itu, Real Madrid justru menghadirkan akhir pertandingan yang dramatis. Los Blancos bangkit dari ketertinggalan 1-3 untuk mengamankan kemenangan 4-3 atas AS Roma.
Tiga gol pada tujuh menit terakhir yang disebut dalam laporan tersebut menjadi penentu kebangkitan Madrid. Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger tercatat sebagai pencetak gol yang memastikan kemenangan pada penghujung laga.
Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan betapa cepat situasi pertandingan berubah. Ketika Vinicius meninggalkan lapangan, Real Madrid masih berada dalam tekanan. Namun, tim akhirnya mampu membalikkan keadaan dan membawa pulang kemenangan.
Reaksi Vinicius tidak terlepas dari penampilannya yang dinilai kurang maksimal dalam pertandingan tersebut. Selama sekitar satu jam bermain, ia dilaporkan gagal menciptakan peluang maupun melepaskan tembakan ke gawang. Ia juga tidak berhasil menuntaskan satu pun dribel.
Dari 15 percobaan umpan, Vinicius hanya mencatatkan tingkat keberhasilan sebesar 80 persen. Ia juga beberapa kali kehilangan penguasaan bola sehingga kontribusinya dalam membangun serangan Madrid dinilai belum optimal.
Situasi itu dapat menjadi salah satu pertimbangan Mourinho dalam melakukan pergantian pemain. Meski demikian, alasan pasti di balik keputusan tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari statistik pertandingan.
Mourinho tidak menutupi ketidaksukaannya terhadap reaksi emosional Vinicius. Namun, pelatih berjuluk The Special One tersebut juga mengaku memahami rasa frustrasi yang muncul ketika seorang pemain harus meninggalkan lapangan lebih awal.
“Saya tidak menyukai gestur Vinicius, tetapi saya memahaminya. Semua orang pernah melakukannya dan saya mengerti rasa frustrasinya. Yang paling penting, dia senang dengan kemenangan timnya,” ujar Mourinho seusai pertandingan, menurut laporan yang dikutip dalam naskah sumber.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Mourinho tidak ingin memperbesar persoalan di tengah keberhasilan tim meraih kemenangan. Reaksi pemain memang menjadi perhatian, tetapi hasil akhir pertandingan tetap menjadi hal utama bagi Real Madrid. (*)






