Jejak Unggahan Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Disorot, Disebut Mirip Aksi Solomon Henderson

Jejak Unggahan Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Disorot, Disebut Mirip Aksi Solomon Henderson

News

Jejak Unggahan Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Disorot, Disebut Mirip Aksi Solomon Henderson
KITAINDONESIASATU.COM – Terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading pada 7 November 2025 disebut merupakan seorang siswa. Sebelum kejadian, akun @doomedashses membagikan foto yang diduga milik pelaku, memperlihatkan pose tangan membentuk simbol ‘OK’ di kamar mandi. Unggahan itu muncul 8 jam sebelum insiden, disertai keterangan singkat, “Here it comes.”

Aksi tersebut kemudian dibandingkan dengan sosok bernama Solomon Henderson oleh akun Twitter @tilehopper pada hari yang sama.
“TikTok terduga pelaku penyerangan SMAN 72 post ini 8 jam sebelum melemparkan bom ke masjid sekolahnya. Same MO sama pelaku school shooting di Madison, WI dan Nashville TN tahun ini. Tiga-tiganya sama-sama neo-nazi. This is ‘Terrorgram’ shit, bukan pengalihan isu,” tulisnya.

Dalam unggahan itu, terlihat kemiripan pose tangan antara pelaku kasus SMAN 72 dengan Solomon Henderson dan Natalie Samantha Rupnow, dua pelaku penyerangan sekolah di Amerika Serikat.

Lalu, siapa Solomon Henderson? Mengutip Pro Republica pada 8 November 2025, Solomon Henderson adalah pelaku penembakan di Antioch High School, Nashville, Tennessee pada 22 Januari 2025. Ia berusia 17 tahun dan melakukan aksi brutal di kantin sekolah dengan sepuluh tembakan dalam waktu 20 detik, menewaskan siswa bernama Josselin Corea Escalante sebelum akhirnya bunuh diri.

Riwayat Solomon penuh catatan kekerasan. Saat berusia 13 tahun, ibunya pernah melaporkannya karena melakukan penganiayaan dan mencoba memukulnya dengan kursi. Pada 2023, polisi menemukan dua senjata api di rumahnya. Solomon juga pernah mengancam gadis 15 tahun menggunakan pisau dan mendapat dakwaan atas tindakan membahayakan.

Setahun sebelum penembakan, ia sempat mengunggah cuitan bernada ancaman terkait penembakan sekolah hingga akunnya ditangguhkan. Meski begitu, pada Januari 2025 ia tetap menjalankan aksinya. Sampai kini, motif pastinya belum jelas, namun diduga berkaitan dengan gangguan mental, tekanan sosial, serta keterlibatannya dalam komunitas ekstrem kanan daring.

Demikian profil Solomon Henderson, sosok yang disebut-sebut menjadi inspirasi terduga pelaku ledakan di SMAN 72. (*)

Dokter Tifa Respon Penetapan Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

Dokter Tifa Respon Penetapan Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

News

Dokter Tifa resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi. Usai status tersebut diumumkan pada Jumat, 7 November 2025, ia menyampaikan sikapnya. Dalam pernyataannya, dokter berkacamata ini menegaskan bahwa ia menghormati seluruh proses hukum yang tengah berjalan.

Senpi Rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading Berisi Tulisan Nama Teroris, Diduga Terinspirasi Kasus Columbine dan Christchurch

Senpi Rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading Berisi Tulisan Nama Teroris, Diduga Terinspirasi Kasus Columbine dan Christchurch

Viral

Penemuan senjata api rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading usai ledakan pada 7 November 2025 saat salat Jumat, memicu perhatian publik. Senpi tersebut mencuri perhatian lantaran pada bagian tubuhnya terdapat tulisan cat putih yang memuat sejumlah nama dan istilah kontroversial. Beberapa di antaranya termasuk Natural Selection, Brento Tarrant, hingga Alexandre Bissonnette, yang berkaitan dengan aksi penembakan massal di berbagai negara.

Produk Eyeshadow PinkFlash Ditarik BPOM, Pengguna Diduga Alami Kalazion

Produk Eyeshadow PinkFlash Ditarik BPOM, Pengguna Diduga Alami Kalazion

Lifestyle

Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis daftar kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Dari total 23 produk, salah satunya adalah eyeshadow merk PinkFlash. Temuan tersebut mengejutkan publik, terlebih karena produk ini diduga menyebabkan seorang konsumen mengalami Kalazion pada kelopak matanya.

FIFA Jatuhi Sanksi ke PSSI, Shayne Pattynama, dan Thom Haye Usai Laga Lawan Irak

FIFA Jatuhi Sanksi ke PSSI, Shayne Pattynama, dan Thom Haye Usai Laga Lawan Irak

Sepakbola

Komite Disiplin (Komdis) FIFA menetapkan sejumlah hukuman per 5 November 2025 bagi beberapa pihak yang dinilai melanggar regulasi, termasuk PSSI serta dua pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Thom Haye. Pelanggaran tersebut terjadi saat laga kedua Grup B ronde ke-4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober lalu, ketika Indonesia kalah 0-1 dari Irak.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.