Viral

Siswi Juara Umum Popda Dikeluarkan dari MAN 1 Tegal, Gegara Baju Renang

×

Siswi Juara Umum Popda Dikeluarkan dari MAN 1 Tegal, Gegara Baju Renang

Sebarkan artikel ini
Siswi Juara Umum Popda Dikeluarkan dari MAN 1 Tegal, Gegara Baju Renang
Siswi Juara Umum Popda Dikeluarkan dari MAN 1 Tegal, Gegara Baju Renang

KITAINDONESISATU.COM – Keputusan MAN 1 Tegal untuk mengeluarkan seorang siswi setelah ia meraih Juara Umum di ajang Popda memicu gelombang kritik dari publik. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah sang ayah mengunggah kronologi lengkap dalam bentuk surat terbuka melalui media sosial pada Selasa, 18 Juni 2025.

Dalam surat itu, yang ditujukan kepada akun resmi Kementerian Agama pusat dan wilayah Jawa Tengah, dijelaskan bahwa siswi bersangkutan mewakili MAN 1 Tegal dalam lomba renang Popda Kabupaten Tegal pada September 2024. Sebelum lomba, guru pendamping yang juga Wakil Kepala Sekolah telah mengimbau penggunaan pakaian renang sesuai ketentuan sekolah, yakni model panjang dan berjilbab.

Namun, karena pertimbangan teknis sebagai atlet klub renang, siswi tersebut memilih mengenakan baju renang umum yang sesuai standar nasional kompetisi. Ia merasa bahwa memakai baju renang panjang akan menghambat performanya dalam air. Sayangnya, pilihan tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius oleh pihak sekolah.

Setelah lomba selesai, siswi tersebut diberi poin pelanggaran dan orang tuanya beberapa kali dipanggil untuk mengikuti rapat klarifikasi. Walau permintaan maaf telah diajukan, pihak sekolah tetap menetapkan keputusan tegas: sang siswi dikeluarkan pada 17 Juni 2025.

Keputusan itu membuat keluarga merasa kecewa dan tidak terima, karena menurut mereka, anaknya telah mengharumkan nama sekolah melalui prestasi, bukan melakukan pelanggaran moral atau tindak negatif.

“Anak saya bukan pelaku kriminal, melainkan siswa yang berprestasi dan berkomitmen tinggi dalam bidang olahraga,” tulis orang tua dalam surat terbukanya.

Dalam unggahan tersebut, turut disertakan foto sang siswi di atas podium saat menerima medali Popda, sebagai bukti pencapaiannya yang nyata.

Kasus ini segera mendapat reaksi luas dari warganet. Banyak yang menilai bahwa sekolah terlalu kaku dalam menerapkan aturan, tanpa mempertimbangkan konteks dan kontribusi sang siswa. Sampai berita ini ditulis, pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi. Kementerian Agama juga belum memberikan tanggapan terhadap surat terbuka tersebut.

Sejumlah warganet bahkan menyerukan agar siswi itu diberi beasiswa atau diterima di sekolah lain yang lebih menghargai prestasi, tanpa mendiskriminasi keputusan teknis dalam dunia olahraga. DPRD setempat juga diminta turun tangan untuk melakukan pengawasan agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *