KITAINDONESIASATU.COM – Para pemimpin negara-negara G7 dalam KTT yang berlangsung di Kanada pada Selasa, 17 Juni 2025, secara tegas menyatakan dukungan mereka terhadap hak Israel untuk membela diri. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, G7 juga secara eksplisit menyebut Iran sebagai “sumber utama” ketidakstabilan dan teror di Timur Tengah.
KTT G7 yang berlangsung pada 15–17 Juni ini mencakup tujuh negara permanen, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS). Mereka yang hadir yakni Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba dan Presiden Donald Trump.
Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Iran, yang ditandai dengan pertukaran rudal dan drone yang intens. Para pemimpin G7 menegaskan kembali komitmen mereka terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan, sembari menekankan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir.
“Kami, para pemimpin G7, menegaskan kembali komitmen kami terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dalam konteks ini, kami menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Kami juga menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil,” demikian bunyi sebagian dari pernyataan tersebut.
Selain itu, G7 menyerukan semua pihak untuk bergerak menuju de-eskalasi, termasuk gencatan senjata di Gaza, dan menegaskan kesiapan mereka untuk bertindak demi menjaga stabilitas pasar energi global di tengah meningkatnya ketegangan. Sikap G7 ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap eskalasi konflik yang berpotensi memiliki dampak luas.



