Berita Utama

10 Tradisi Kalimantan Selatan yang Unik

×

10 Tradisi Kalimantan Selatan yang Unik

Sebarkan artikel ini
Tradisi Kalimantan Selatan

KITAINDONESIASATU.COM – Kalimantan Selatan, provinsi yang kaya akan budaya dan tradisi, menyimpan warisan leluhur yang masih dijaga hingga kini.

Beragam tradisi khas suku Banjar dan Dayak di wilayah ini tidak hanya menarik secara budaya, tetapi juga sarat makna filosofis yang mendalam.

Macam Tradisi Kalimantan Selatan yang Unik

  1. Batumbang

Tradisi Batumbang adalah permainan adu kekuatan antara dua pria yang duduk bersila, saling mendorong dengan bahu. Permainan ini sering dijadikan hiburan dalam perayaan atau upacara adat masyarakat Banjar.

Makna budaya: Tradisi ini melatih sportivitas, kekuatan fisik, dan ketahanan mental. Selain hiburan, Batumbang mengajarkan pentingnya kekuatan dan keteguhan dalam hidup.

  1. Bakuntau

Bakuntau (juga dikenal sebagai Kuntau Banjar) adalah seni bela diri yang berkembang sejak zaman Kesultanan Banjar. Gerakannya menggabungkan elemen silat dan teknik pertahanan diri khas Banjar.

Nilai budaya: Bakuntau bukan hanya bela diri, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter, melatih ketenangan, konsentrasi, dan kehormatan.

  1. Maayun Anak

Maayun Anak adalah tradisi mengayun bayi sambil melantunkan syair atau pantun. Biasanya dilakukan saat perayaan kelahiran atau aqiqah.

Makna spiritual: Tradisi ini mencerminkan doa, kasih sayang orang tua, dan harapan agar sang anak tumbuh sehat dan berbakti.

  1. Aruh Baharin

Masyarakat Dayak Meratus memiliki tradisi Aruh Baharin (Aruh Ganal) yang dilakukan setelah panen sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan roh leluhur.

Rangkaian acara: Ritual adat, pertunjukan tari tradisional, musik gong, dan makan bersama masyarakat.

Tujuan: Menjaga keseimbangan dengan alam, serta mempererat persaudaraan antar warga.

  1. Bapalas Bidan

Setelah proses melahirkan, masyarakat Banjar melakukan Bapalas Bidan, yaitu upacara penghormatan kepada bidan atau dukun beranak yang membantu proses persalinan.

Simbolisme: Membersihkan diri secara spiritual dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada penolong persalinan.

  1. Mandi-mandi Pengantin

Tradisi ini dilakukan beberapa hari sebelum akad nikah. Calon pengantin akan dimandikan dengan air bunga oleh orang tua atau tokoh adat, disertai pembacaan doa.

Makna: Pembersihan lahir dan batin agar pasangan siap memulai hidup baru yang suci dan harmonis.

  1. Balaras / Basambat

Ketika terjadi perselisihan antarwarga, masyarakat Kalimantan Selatan menggelar Balaras atau Basambat, yaitu pertemuan adat untuk mencapai mufakat.

Filosofi lokal: Tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dalam menyelesaikan masalah secara damai dan penuh etika tanpa melibatkan kekerasan.

  1. Bausuhai

Suku Dayak Meratus melakukan tradisi Bausuhai, yaitu ritual penyucian kampung dari gangguan roh jahat. Biasanya dilakukan pada malam hari dengan pembacaan mantra dan pengorbanan hewan ternak.

Nilai spiritual: Melambangkan hubungan erat manusia dengan alam dan dunia spiritual, serta upaya menjaga keseimbangan energi alam.

  1. Madihin

Madihin adalah seni bertutur berupa pantun spontan dengan iringan alat musik pukul seperti rebana. Biasanya dibawakan oleh seorang seniman tunggal, mirip seperti stand-up comedy tradisional.

  1. Haul Guru Sekumpul

Haul Guru Sekumpul adalah peringatan wafat KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, seorang ulama karismatik dari Martapura. Kegiatan ini dihadiri jutaan jemaah dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Tradisi Kalimantan Selatan bukan hanya pertunjukan budaya, melainkan refleksi nilai-nilai luhur yang diturunkan secara turun-temurun. Dari Batumbang hingga Haul Guru Sekumpul, semua tradisi ini memiliki makna filosofis, spiritual, dan sosial yang dalam.

Jika kamu tertarik mempelajari lebih lanjut atau berwisata budaya ke Kalimantan Selatan, pastikan untuk menyaksikan atau bahkan ikut serta dalam salah satu tradisinya. Mari kita lestarikan kekayaan budaya Indonesia bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *