KITAINDONESIASATU.COM – Papua dikenal memiliki beragam destinasi wisata alam yang memesona, dan salah satu yang unik adalah Istana Semut Masamus yang berada di Kabupaten Merauke.
Objek wisata ini sebenarnya merupakan sarang rayap berukuran raksasa yang terbentuk secara alami.
Keunikan dan ukurannya yang luar biasa menarik perhatian wisatawan, yang rela menempuh perjalanan jauh untuk melihatnya langsung di Taman Nasional Wasur.
Sarang rayap raksasa ini bisa mencapai tinggi sekitar 5 meter dengan diameter sekitar 2 meter, menjadikannya tampak megah seperti bangunan alami.
Jumlahnya banyak dan tersebar di area terbuka, namun tetap kuat menghadapi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan.
Hal ini disebabkan oleh struktur yang kokoh dari bahan seperti tanah, rumput kering, dan air liur rayap. Karena keberadaannya dilindungi, pengunjung dilarang merusaknya dan hanya diperbolehkan mengamati dari dekat.
Banyak pengunjung datang untuk menyaksikan langsung aktivitas rayap Macrotermes sp, spesies rayap yang berbeda dari jenis yang biasa ditemukan di rumah.
Sarang ini memiliki ventilasi dan celah-celah alami yang berfungsi sebagai pintu masuk serta penstabil suhu di dalam.
Bentuknya menyerupai stalagmit dengan lekukan yang khas dan warna kecokelatan, membuatnya jadi latar favorit untuk fotografi.
Sesekali, wisatawan juga bisa menyaksikan rayap-rayap keluar dari sarang, Pemandangan langka yang menambah daya tarik.
Setelah puas menjelajahi Masamus, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke desa-desa terdekat untuk menyaksikan rumah adat Honai dan mencicipi kuliner lokal seperti Papeda atau Ikan Bakar Manokwari.
Penduduk setempat sering kali menyambut hangat dan bahkan mengundang tamu untuk makan malam bersama.
Alternatifnya, tersedia tempat makan di sekitar dengan harga yang terjangkau.
Cara Menuju Lokasi
Perjalanan dimulai dengan terbang menuju Bandara Mopah di Merauke.
Setelah tiba, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan darat menuju Taman Nasional Wasur menggunakan transportasi lokal, yang memakan waktu sekitar 2–3 jam.
Disarankan membawa kamera untuk mengabadikan keunikan Masamus.-***
