KITAINDONESIASATU.COM – Proses distribusi Kartu Nusuk kepada jemaah haji Indonesia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Sabtu, 24 Mei 2025, tercatat sebanyak 147.748 jemaah haji Indonesia telah menerima Kartu Nusuk, identitas digital resmi yang wajib dimiliki setiap jemaah selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, Minggu, 25 Mei 2025 menyatakan bahwa Kartu Nusuk ini merupakan semacam “paspor perhajian” yang digunakan untuk mengakses berbagai lokasi dan layanan perhajian, termasuk di Masjidil Haram serta Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Keberadaan kartu ini sangat vital untuk kelancaran ibadah jemaah.
Meskipun progres distribusi telah mencapai angka yang tinggi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berupaya mendorong pihak Syarikah (penyedia layanan haji) untuk mempercepat proses pendistribusian.
Berbagai langkah akselerasi telah disiapkan, antara lain pembentukan operation room, penunjukan penanggung jawab di setiap sektor dan daerah kerja (daker), serta pelaporan digital berbasis kloter.
Evaluasi harian juga terus dilakukan bersama Kementerian Haji Saudi dan Syarikah untuk memastikan seluruh kendala dapat diatasi.
Dengan total jemaah yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 160.094 orang, percepatan distribusi ini diharapkan dapat memastikan seluruh jemaah memiliki akses penuh dan lancar dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji.





