KITAINDONESIASATU.COM – SpaceX akhirnya mengungkap penyebab utama kegagalan uji terbang Starship Flight 8 yang terjadi pada 6 Maret 2025.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 23 Mei, perusahaan menyebut bahwa kerusakan perangkat keras pada salah satu mesin Raptor di tahap atas Starship menjadi penyebab utama insiden tersebut.
Mesin yang gagal memicu pencampuran dan pengapian bahan bakar yang tidak disengaja, menyebabkan kerusakan berantai pada dua mesin Raptor tengah lainnya dan satu mesin vakum.
Akibatnya, kendali kendaraan hilang, dan Starship masuk kembali ke atmosfer sebelum hancur di atas wilayah Karibia.
Beda dengan Flight 7, Meski Gagal di Titik yang Sama
Menariknya, insiden ini terjadi hampir pada waktu yang sama dengan Flight 7 (Januari 2025), yang juga mengalami kehilangan kendali sekitar 8,5 menit setelah lepas landas. Namun SpaceX menegaskan bahwa penyebab kegagalan sangat berbeda.
Flight 7 mengalami respons harmonik ekstrem yang menyebabkan kebocoran bahan bakar dan kebakaran di ruang mesin.
Perbaikan terhadap masalah itu telah berhasil diterapkan di Flight 8, tapi sayangnya, kerusakan baru muncul pada perangkat keras mesin.
Perubahan Besar pada Raptor dan Booster untuk Flight 9
Sebagai respons, SpaceX melakukan beberapa peningkatan pada desain Raptor, termasuk:


