KITAINDONESIASATU.COM – Candi Sumberawan merupakan salah satu peninggalan Buddha yang terletak di kawasan timur laut Kota Malang, tepatnya di kaki Gunung Arjuna.
Situs ini diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-14 hingga awal abad ke-15 dan memiliki kaitan sejarah dengan masa kejayaan Majapahit.
Dalam kitab Nagarakertagama, tempat ini disebut sebagai Kasurangganan atau ‘taman bidadari surga’, yang pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359.
Candi ini berjarak sekitar satu kilometer dari kompleks Candi Singhasari yang bercorak Hindu.
Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sepanjang 500 meter yang membelah area persawahan dan sungai di Desa Sumberawan.
Keunikan Candi Sumberawan tidak hanya terletak pada arsitekturnya, tetapi juga pada suasana alaminya. Dikelilingi oleh panorama pegunungan dan pepohonan, candi ini juga memiliki sumber air alami yang dipercaya memiliki energi positif.
Banyak pengunjung meyakini bahwa air kolam di sekitar candi membawa manfaat kesehatan, sehingga mereka kerap mandi atau berendam di dalamnya setiap kali berkunjung.
Secara arsitektural, Candi Sumberawan bergaya Buddha dan berbentuk arca tanpa hiasan atau ornamen tambahan.
Struktur bangunannya terdiri dari dua bagian utama, dengan tubuh candi berbentuk persegi panjang.


