NewsBerita Utama

Hujan Lebat di Trenggalek Belasan Rumah Tertimpa Longsor Enam Orang Dinyatakan Hilang

×

Hujan Lebat di Trenggalek Belasan Rumah Tertimpa Longsor Enam Orang Dinyatakan Hilang

Sebarkan artikel ini
longsor trenggalek
Salah satu kondisi longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek, belasan rumah tertimbun dan 6 orang hilang, Senin (19/5/2025). foto: istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang terjad beberapa hari ini di wilayah Trenggalek menyebabkan belasan rumah tertimbun longsor dan enam orang dinyatakan hilang, Selasa (20/5/2025).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Trenggalek melaporkan sebanyak 6 orang dinyatakan hilang akibat longsor yang terjadi di wilatah Kabupaten Trenggalek.

Seperti halnya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, pada Senin (19/5/2025) dini hari ini.

Tanah longsor yang terjadi setelah diguyur hujan dengan intensitas tingga di kawasan itu selama lebih dari tiga jam menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Akibat tanah longsor tersebut, enam warga dilaporkan hilang tertimbun material longsor, dan sebanyak 10 rumah warga terdampak, tiga rumah hancur total tertimbun material lonsgor sementara tujuh lainnya rusak ringan hingga berat.

Baca Juga  Kecelakaan Mengerikan Sragen: Anak di Bawah Umur Gemolong Tewas Tabrak Truk

Material tanah longsor juga menutup akses jalan utama menuju desa, sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan kepada para korban terdampak longsor.

Informasi yang diperoleh tim SAR gabungan dari BPBD Trenggalek dan BPBD Provinsi Jawa Timur, bersama relawan lokal telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun longsoran tanah.

Petugas BPBD Kabupaten Trenggalek kepada wartawan mengatakan jika medan lokasi bencana cukup sulit dan cuaca masih turun hujan, ini jadi tantangan besar bagi tim dan relawan di lapangan.

Baca Juga  Waspadai Macet dan Hujan Petir saat Malam Tahun Baru 2025 di Jawa Barat

Hingga saat ini, posko pengungsian darurat telah didirikan di kawasan Bumdesma setempat Desa Depok, Bendungan.

Akibat peristiwa itu setidaknya puluhan warga yang mengungsi kerumah kerabat dan masih terus dilakukan pendataan jumlah korban serta kerugian material yang diderita masyarakat di sana.

Terkait peristiwa ini, BPBD Trenggalek menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan cuaca yang belum bersahabat.

Warga yang tinggal di lereng bukit atau daerah rawan longsor disarankan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jiwa mereka.

Baca Juga  Gandeng Forkopimda, Pemprov DKI Siap Amankan Perayaan Nataru 2024/2024

Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu warga terdampak, termasuk distribusi logistik, pemeriksaan kesehatan, serta trauma healing bagi keluarga korban.

Informasi yang diterima dari Kominfo dan Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari keenam korban yang tertimbun tanah longsor hingga kini belum ditemukan.

Keenam korban jiwa yang hilang antara lain atas nama Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi dan Torik, seluruhnya warga Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

Sementara dampak dari peristiwa 30 jiwa terdampak dan 26 jiwa mengungsi ke tempat kerabat mereka di sekitar desa Depok.

Dilaporkan juga sejak Senin (19/5/2025) terjadi hujan di wilayah Kabupaten Trenggalek dengan intensitas cukup tinggi hingga menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Peristiwa ini melanda di sejumlah wilayah kecamatan yakni Kecamatan Bendungan, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Kampak dan Kecamatan Trenggalek.

Setidaknya terdapat 11 rumah terdampak, 5 rumah rusak berat dan empat akses jala tertutup material longsor dan satu tanggul sungai jebol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *