KITAINDONESIASATU.COM – Terletak di Kabupaten Belinyu, Pulau Lampu merupakan destinasi menawan yang sering dibandingkan dengan Pulau Lengkuas di Belitung.
Tak hanya memiliki panorama serupa, pulau ini juga dilengkapi mercusuar yang ikonik. Nama “Pulau Lampu” sendiri berasal dari fungsi mercusuar sebagai sumber cahaya bagi kapal yang berlayar.
Penduduk lokal pun menyebutnya dengan nama lain, yakni Pulau Pelepas.
Meski ukurannya relatif kecil, Pulau Lampu menyuguhkan daya tarik wisata yang memikat.
Dari kejauhan, terlihat rimbunan pepohonan yang menghijau dan jajaran batu granit besar di sepanjang pantainya.
Air lautnya yang berwarna hijau tosca tampak tenang dan memancarkan nuansa damai. Ombak yang tidak terlalu besar menjadikan tempat ini cocok untuk kegiatan air yang santai dan menyegarkan.
Daya tarik utama pulau ini adalah mercusuar peninggalan kolonial Belanda bernama HM Koningin Wilhelmina, yang telah berdiri sejak tahun 1893.
Menara setinggi 50 meter ini tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyuguhkan pemandangan spektakuler dari puncaknya.
Untuk mencapainya, pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga, namun panorama laut dan hamparan Pulau Bangka dari atas menjadi imbalan yang memuaskan.
Pantai Pulau Lampu menawarkan berbagai aktivitas menarik seperti berenang, memancing, snorkeling, hingga bermain sepak bola pantai.
Karena belum terlalu ramai dikunjungi, Anda bisa merasakan suasana yang seolah-olah pulau ini milik pribadi. Namun, perlu diperhatikan bahwa fasilitas di pulau ini sangat minim. Jika ingin snorkeling, Anda harus membawa perlengkapan sendiri.
Bagi yang ingin menikmati suasana lebih santai, berjalan-jalan menyusuri pantai juga bisa menjadi pilihan menyenangkan.
Jangan lupa mampir ke permukiman terdekat dan cicipi Es Anggrek yang terkenal akan kesegarannya.
Bila ingin menyewa perahu, disarankan untuk menawar dengan bijak karena harga bisa bervariasi.
Perjalanan ke Pulau Lampu dimulai dari Pangkal Pinang menuju Kecamatan Belinyu, menempuh jarak sekitar 89 km atau dua jam perjalanan melalui jalur Sungai Liat – Jalan Pangkal Pinang – Jalan Belinyu – Lumut.
Dari sana, Anda harus menyeberangi laut menggunakan speedboat yang tarifnya cukup terjangkau.-***




