KITAINDONESIASATU.COM – Gunung Agung merupakan puncak tertinggi dan paling sakral di Bali, dengan ketinggian lebih dari 3.100 meter.
Gunung ini menjadi tantangan pendakian terbesar di pulau tersebut. Meskipun menjulang tinggi, pendakian ke Gunung Agung tidak terlalu sulit jika dilakukan dengan persiapan matang.
Pendakian disarankan dimulai sebelum fajar dengan membawa senter, bekal makanan, air, serta pakaian hangat dan tahan air.
Waktu terbaik untuk mendaki adalah selama musim kemarau antara April hingga Oktober.
Namun, perlu dicatat bahwa aktivitas pendakian dilarang selama perayaan keagamaan besar di Pura Besakih, terutama pada bulan April.
Jalur tercepat dan paling populer menuju puncak dimulai dari daerah Selat atau Muncan, menuju Pura Pasar Agung. Dari pura ini, puncak dapat dicapai dalam waktu sekitar dua jam.
Sementara itu, Gunung Batur adalah gunung berapi aktif yang berada pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar satu jam perjalanan dari Denpasar ke arah timur laut.
Gunung ini masih menunjukkan aktivitas vulkanik, seperti asap dan suara gemuruh.
Letusan besar pernah terjadi pada tahun 1917, 1926, dan terakhir pada 1994.
Letusan purba sekitar 30.000 tahun lalu membentuk danau kawah yang kini menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Pendakian Gunung Batur biasanya dimulai pukul 3 pagi, agar pendaki bisa menikmati pemandangan matahari terbit sekitar pukul 6 pagi dari puncak.
Dalam budaya Bali, Gunung Agung dipandang sebagai pusat spiritual dunia.
Hampir semua pura di Bali dibangun menghadap ke arah gunung ini.
Pura Besakih, sebagai pura terbesar dan paling suci di Bali, diyakini sebagai tempat turunnya para dewa melalui Gunung Agung.-***




