KITAINDONESIASATU.COM – Netizen Indonesia kini tengah dihebohkan dengan kasus-kasus Inses atau hubungan sedarah. Apa sih itu? Kenapa dibilang menjijikan dan berbahaya? Simak penjelasannya di sini.
Dari segi bahasa, inses berasal dari Bahasa Inggris dari kata ‘insest’ yang diserap dalam Bahasa Indonesia menjadi inses. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inses adalah hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara kandung yang dianggap melanggar adat, hukum, atau agama.
Apa itu Inses?
Dikutip dari resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), inses tergolong sebagai salah satu kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat karena bertentangan dengan hukum.
Rupanya kebanyakan kasus inses digolongkan bentuk perkoksaan.
Penanganan kasus inses di Indonesia, secara hukum biasa diselesaikan berdasarkan sistem pemidanaan atau kekeluargaan.
Hal ini tergantung pada kebutuhan. Menurut KPAI, di Indonesia sendiri, banyak sekali kasus inses namun jarang sekali terungkap atau dilaporkan.
BACA JUGA : Viral Grup Inses FB Fantasi Sedarah, Sahroni: Sangat Menjijikan
Apa Bahaya Inses?
Hubungan inses memiliki dampak serius baik secara fisik maupun psikologis. Anak yang lahir dari hubungan sedarah berisiko tinggi mengalami cacat genetik dan gangguan perkembangan karena kesamaan materi genetik orang tua.
Selain itu, inses sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan rasa bersalah. Konflik dalam keluarga juga kerap muncul, termasuk keretakan hubungan dan pertentangan nilai moral.
Pelaku atau korban inses sering mengalami keterasingan sosial karena merasa bersalah dan malu.
Bahkan, trauma akibat inses dapat menyebabkan kecenderungan menyukai sesama jenis akibat pengalaman negatif dengan lawan jenis dalam konteks keluarga.
Kasus Inses di Medan dan Grup FB ‘Fantasi Sedarah’
Viralnya istilah Inses tak lepas dari beberapa kasus yang terjadi belakangan ini. Sebut saja, kasus yang terjadi di Medan.
Peristiwa kakak-adik buang bayi berumur 4 hari di Medan, Sumatera Utara dengan menggunakan ojek online (ojol) viral di media sosial dan membuat publik geger pada 7 Mei 2025.
Kasus memilukan ini terungkap setelah polisi menangkap dua pelaku yang mengirim jenazah bayi menggunakan layanan ojol. Lebih mengejutkan lagi, kedua pelaku adalah kakak beradik kandung yang menjalin hubungan inses secara diam-diam.
Kedua pelaku mengakui bahwa benar mereka telah melakukan hubungan sejak 2022.
Tidak berselang lama, viral grup dari Facebook bernama ‘Fantasi Sedarah’ berisikan orang-orang mengalami kelainan dengan berhubungan anggota keluarganya sendiri.
Akun tersebut disi sebanyak 32 ribu akun yang menceritakan pengalamannya masing-masing usai berhubungan inses.
Grup tersebut diduga berisi individu-individu dengan penyimpangan perilaku seksual, yakni memiliki hubungan intim dengan anggota keluarga kandung atau inses. Beberapa pengguna bahkan membagikan pengalaman pribadi mereka terkait hubungan tersebut.
Akun X @octbluesy mengunggah screenshot postingan di dalam grup tersebut. Orang-orang yang tergabung dalam komunitas itu menyampaikan cerita yang mengandung unsur seksual terhadap saudara kandung, ibu, mertua, bahkan anak sendiri.
Salah satu akun mengunggah foto anaknya sendiri dengan keterangan ingin mencabulinya beberapa tahun kemudian.
Lalu ada akun yang meminta bantuan orang-orang untuk “menggilir” kakaknya sendiri.


