KITAINDONESIASATU.COM – Kasus demam berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Malang kini menjadi perhatian serius lantaran penyebaran DBD terus mengalami kenaikan.
Sejak bulan Januari hingga bulan Mei 2025 kasus DBD di wilayah Kabupaten Malang terus naik hingga tercatat 637 kasus DBD.
Diprediksi jumlah tersebut masih bisa naik lagi mengingat faktor cuaca yang terjadi saat ini menjadi faktor yang mendukung proses berkembang nyamuk aedes aegypti.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Ivan Drie kepada wartawan di Malang menjelaskan DBD sesuai sirkulasi cuaca, secara nasional yang mengalami kenaikan tidak hanya wilayah Kabupaten Malang.
Bahkan Kementerian Kesehatan RI telah mengedarkan adanya surat edaran (SE) untuk waspada terkait wabah DBD ini, yang langsung mendapat respos dan diedarkan ke setiap wilayah kecamatan.
Terkait kasus ini menurut Ivan setiap kecematan harus aktif dalam menakan penyebaran nyamuk ini dengan cara salah satunya memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Pemberantasan sarang nyamuk secara masif akan lebih efektif karena akan menghilangkat bibit nyamuk yang ada di kemudian hari.
Masyarakat sekarang umumnya jika ada suspect DBD langsung mengerahkan fogging pada hal tindakan tersebut hanya membunuh nyamuk dewsa, tetapi intinya adalah PSN.
Untuk itu tidakan fogging sebenarnya harus dilaksanakan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure), salah satunya penyelidikan ependemologi jika terdapat suspect.
Jika syarat ini belum terpenuhi sebenarnya tindakan melakukan fogging bukan solusi memberantas nyamuk aedes aegypti.
Untuk itu menurut Ivan langkah ini harus diedukasi di tengah-tengah masyarakat, bahwa PSN bisa dilakukan dengan 3M plus perlu dimaksimalkan.
3M Plus adalah pendekatan komprehensif untuk mencegah DBD yang melibatkan menguras, menutup, dan memanfaatkan barang bekas untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk.
Plus dalam 3M Plus mengacu pada tindakan pencegahan tambahan seperti penggunaan kelambu, anti nyamuk, dan pemeliharaan ikan pemakan jentik hingga lotion nyamuk.
“Sebenarnya hal ini harus dilakukan sebelum adanya siklus hujan datang,” ujar Ivan dilansir tribunjatim.com. **


