KITAINDONESIASATU.COM – Kanker hati adalah salah satu jenis kanker yang umum terjadi di Indonesia, khususnya pada pria di atas usia 40 tahun.
Data Globocan 2022 mencatat sebanyak 30.363 kasus atau 10,9 per 100.000 penduduk.
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Apa Itu Kanker Hati?
Kanker hati (hepatoma) adalah pertumbuhan sel ganas di organ hati.
Terdapat dua jenis utama:
Kanker hati primer, berasal langsung dari sel hati
Kanker hati sekunder, akibat penyebaran kanker dari organ lain
Hati berfungsi penting dalam metabolisme tubuh, seperti menghasilkan empedu, menyerap nutrisi, membuang limbah, dan menyembuhkan luka. Kanker akan merusak fungsi-fungsi ini.
Gejala sering tidak muncul di tahap awal. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Nyeri di perut kanan atas
Perut membengkak atau terdapat benjolan
Kulit dan mata menguning (jaundice)
Mual, muntah, kehilangan nafsu makan
Berat badan turun drastis
Feses pucat, mudah memar, atau demam
Kanker hati umumnya disebabkan oleh mutasi sel, meski penyebab pastinya belum diketahui.
Namun, beberapa faktor risiko meliputi:
Infeksi Hepatitis B/C
Konsumsi alkohol jangka panjang
Obesitas, diabetes tipe 2, perlemakan hati (fatty liver)
Merokok, paparan aflatoksin
Sirosis atau kerusakan hati kronis
Makanan berlemak dan micin tak langsung sebabkan kanker, tapi bisa picu fatty liver.
Kurang tidur tak langsung sebabkan kanker, tapi bisa tingkatkan hormon stres yang merusak hati.
Usia tua memperbesar risiko, tapi gaya hidup sejak muda sangat berpengaruh.
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk deteksi dini, perlu dilakukan skrining seperti pemeriksaan fisik, USG, tes darah AFP, CT scan/MRI, hingga biopsi.
Bila terdiagnosis, pengobatan bisa berupa:
Operasi
Kemoterapi
Radioterapi
Terapi target
Transplantasi hati
Gaya Hidup Sehat untuk Penderita
Pasien disarankan:
Rutin kontrol dan minum obat
Menghindari alkohol dan rokok
Konsumsi makanan sehat
Berolahraga teratur
Karena gejala awal sering tak terasa, lakukan medical check-up rutin, terutama bila berisiko tinggi.
Jika ditemukan gangguan hati, segera konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi.-***



