KITAINDONESIASATU.COM – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki yang terjatuh di Gunung Saeng, Bondowoso, setelah proses yang berlangsung selama kurang lebih 12 jam pada Minggu (4/5/2025) sore. Fahrul Hidayatullah (18), warga Jember, ditemukan meninggal dunia di jurang sedalam 150 meter setelah dilaporkan hilang sejak Kamis (1/5/2025).
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan akibat medan yang terjal dan cuaca yang berubah-ubah. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat harus berjibaku dengan jalur curam dan licin. Bahkan, bambu yang digunakan untuk membawa jenazah sempat patah di tengah perjalanan.
Menurut keterangan dari Basarnas Surabaya, proses evakuasi dimulai sejak pukul 05.00 WIB dan jenazah berhasil dibawa turun sekitar pukul 17.00 WIB. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Binakal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko pendakian gunung, terutama di medan yang ekstrem. Pihak berwenang mengimbau para pendaki untuk selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi fisik dan cuaca, serta tidak memaksakan diri saat mendaki.
Saat wartawan meliput evakuasi tersebut sempat dilarang oknum aparat. Tindakan tersebut mendapat protes dari wartawan dan melanggar Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999 Tentang Pers. “Kami menyesalkan kejadian ini,” kata Tomy, Ketua IJTI Bondowoso. (*)



