Opini Kita

Strategi Membangun Brand/Merek yang Kuat di Era Digital

×

Strategi Membangun Brand/Merek yang Kuat di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Rektor INABA Bandung, Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.
Rektor INABA Bandung, Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.

Oleh: Dr. Mochammad Mukti Ali, S.T., M.M.

Rektor Universitas INABA Bandung

Mengapa Brand/Merek ?

Di era digital, membangun brand/merek yang kuat bukan hanya tentang memiliki logo atau slogan yang menarik, tetapi juga tentang menciptakan kehadiran yang konsisten, menarik, dan bermakna di semua saluran digital.

Brand/merek yang kuat menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan konsumen, memengaruhi persepsi konsumen, membangun kepercayaan pada konsumen, dan pada akhirnya mendorong loyalitas konsumen. Untuk mencapai hal ini, bisnis harus mengadopsi strategi pembangunan brand/merek yang komprehensif dengan mengintegrasikan saluran digital, pemahaman konsumen, dan pesan berbasis pada value/nilai.

Dalam era digital saat ini, strategi pembangunan brand/merek yang kuat dimulai dengan pemahaman mendalam tentang perilaku dan preferensi konsumen. Perusahaan menggunakan analitis data untuk mengelompokkan konsumen dan mempersonalisasi pesan brand/merek di berbagai saluran digital seperti media sosial, mesin pencari, dan aplikasi seluler. Pemasaran konten memainkan peran penting, di mana konten yang berharga dan relevan tidak hanya mendidik tetapi juga memperkuat identitas dan nilai brand/merek itu sendiri.

Membangun Brand/ Merek yang Kuat di Era Digital

Beberapa perusahaan di Indonesia dapat dipergunakan sebagai contoh baik bagaimana strategi brand/merek ini dapat diterapkan secara efektif. Selain startup teknologi, bisnis fashion dan makanan di Indonesia juga telah menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam membangun brand/merek melalui pendekatan strategi digital. Industri ini yang pada dasarnya sangat pribadi dan sensorik, mendapat manfaat signifikan dari penceritaan, identitas visual, dan keterlibatan pelanggan yang merupakan elemen kunci dari branding digital.

Tentukan Identitas dan Nilai Brand/ Merek yang Jelas.

Mulailah dengan menentukan misi, visi, dan nilai-nilai inti brand/merek. Apa kepanjangan dari brand/merek yang dibuat? Emosi apa yang ingin dibangkitkan kepada konsumen? Identitas ini harus menggambarkan semua aktivitas branding.

Kenali Konsumen Melalui Data.

Gunakan alat digital seperti Google Analytics, wawasan media sosial, dan survei pelanggan untuk memahami demografi, perilaku, kebutuhan, dan target konsumen. Semakin perusahaan mengenal target konsumennya, semakin mudah perusahaan dapat menyesuaikan pesan yang ingin disampaikan kepada target konsumennya.

Buat Bahasa Brand/ Merek Visual dan Verbal yang Konsisten.

Pastikan konsistensi dalam skema warna, tipografi, nada suara, dan pesan di seluruh platform situs web, media sosial, email, dan iklan. Konsistensi akan dapat membangun keakraban dan kepercayaan dengan konsumen.

Manfaatkan Pemasaran Konten.

Bagikan konten yang berharga, relevan, dan menarik secara teratur. Gunakan blog, video, podcast, dan infografis untuk menceritakan kisah brand/merek, mendidik konsumen, dan memposisikan perusahaan kita sebagai pemimpin dalam pasar.

Gunakan Media Sosial Secara Strategis.

Pilih platform yang tepat berdasarkan target konsumen dan libatkan konsumen melalui postingan reguler, konten interaktif (jajak pendapat, kuis), dan kemitraan influencer. Media sosial juga memungkinkan interaksi secara langsung yang memperkuat hubungan emosional dengan target konsumen.

Optimalkan untuk Pengalaman Seluler dan Digital.

Di Indonesia, di mana penggunaan internet seluler tinggi, pastikan situs web dan aplikasi yang dibuat ramah pengguna. Pengalaman pengguna (UX) dan kecepatan penting dalam membuat kesan yang baik.

Dorong Konten dan Advokasi Pengguna.

Dorong konsumen untuk berbagi pengalaman mereka dengan brand/merek yan dibuat. Ulasan positif, testimonial, dan postingan media sosial dari pengguna nyata berfungsi sebagai pembangun kepercayaan yang kuat.

Mengukur dan Menyesuaikan Terus Menerus.

Gunakan KPI seperti kesadaran brand/merek, tingkat keterlibatan, dan Net Promoter Scores (NPS) untuk mengukur kinerja brand/merek. Gunakan data untuk mengoptimalkan strategi secara terus-menerus dan berkelanjutan.

GOJEK. Sebagai pelopor dalam industri teknologi Indonesia, secara efektif membangun brand/merek yang kuat melalui pendekatan yang berpusat pada pelanggan. Dengan mengintegrasikan pengalaman pengguna yang baik di seluruh layanan ride-hailing, pengiriman makanan, dan pembayarannya,

Gojek telah menciptakan ekosistem brand/merek yang kohesif yang beresonansi dengan konsumen Indonesia. Penggunaan media sosial mereka untuk keterlibatan pelanggan dan pembangunan komunitas semakin memperkuat kehadiran brand/merek mereka.

Gojek memulai dengan layanan ride-hailing sepeda motor sederhana dan berkembang menjadi ekosistem digital yang menawarkan pengiriman makanan, logistik, pembayaran, dan banyak lagi. Identitas brand/merek berfokus pada pemberdayaan kehidupan sehari-hari.

Gojek menggunakan branding hijau yang konsisten, aplikasi yang ramah pengguna, dan storytelling media sosial yang kuat. Kampanye mereka sering menyoroti masalah sosial dan dukungan komunitas, menciptakan hubungan emosional dengan pengguna.

TOKOPEDIA. Sebagai platform e-commerce terkemuka, Tokopedia telah berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan pengusaha, sehingga menciptakan brand awareness/ citra merek yang berbeda dengan berpusat pada dukungan komunitas dan pemberdayaan ekonomi. Melalui kampanye pemasaran digital yang ditargetkan dan kemitraan dengan influencer, Tokopedia telah berhasil merebut pangsa pasar yang signifikan sekaligus memperkuat kepercayaan dan kehandalan.

Tokopedia telah membangun brand/merek seputar pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Kampanye mereka seperti #MulaiAjaDulu (Just Start) menginspirasi generasi pengusaha muda. Melalui rekomendasi produk yang dipersonalisasi, kolaborasi influencer, dan kampanye digital yang meriah (seperti selama Harbolnas), Tokopedia tetap menjadi prioritas utama bagi pembeli online.

TRAVELOKA. Platform pemesanan perjalanan online ini telah membedakan dirinya dengan menawarkan pengalaman perjalanan yang dipersonalisasi yang disesuaikan dengan wisatawan Indonesia. Dengan memanfaatkan analitik data untuk memahami preferensi dan tren perjalanan, Traveloka memberikan rekomendasi yang relevan dan penawaran eksklusif, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Penggunaan strategis aplikasi seluler dan iklan digital telah memperluas jangkauan mereka di seluruh Asia Tenggara.

Traveloka telah berhasil membranding dirinya masuk sebagai platform kebutuhan perjalanan dengan menggunakan penceritaan emosional dalam iklan berfokus pada kegembiraan dan makna di balik pengalaman perjalanan. Aplikasi ini menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi dan lancar. Traveloka juga berinvestasi dalam SEO, konten yang mengutamakan seluler, dan strategi bukti sosial, seperti ulasan dan peringkat pengguna.

SEJAUH MATA MEMANDANG. Menggunakan storytelling dan edukasi untuk terhubung dengan pelanggan yang sadar lingkungan. Melalui Instagram, webinar, dan kampanye digital, brand/merek bercerita tentang pengrajin lokal, kain ramah lingkungan, dan prinsip mode lambat. Kehadiran digital mereka elegan, dan selaras dengan nilai-nilai mereka.

ERIGO. Brand/merek fesyen premium ini berfokus pada keberlanjutan, produksi etis, dan warisan budaya Indonesia. Erigo dimulai sebagai brand/merek lokal kecil yang berfokus pada pakaian bertema perjalanan. Itu berganti nama dengan identitas streetwear yang lebih kuat dan menggunakan Instagram dan TikTok untuk membuat kampanye viral.

Erigo bermitra dengan influencer Indonesia dan internasional dan bahkan berhasil mencapai New York Fashion Week, meningkatkan citra globalnya. Strategi brand/merek mencakup identitas visual yang kuat, pesan yang berani (“Be Brave, Be You”), dan keterlibatan langsung dengan konsumen muda. Mereka juga menggunakan Shopee dan Tokopedia untuk penjualan, menjaga pengalaman belanja digital yang konsisten.

MANGKOKKU. Didirikan oleh koki selebriti Arnold Poernomo, Mangkokku menggabungkan kualitas kuliner dan daya tarik budaya pop. Brand/merek ini terkenal dengan kampanye digitalnya yang menarik dan foto produk yang menjadi viral. mereka bekerja dengan influencer, KOL, dan blogger makanan, dan mengandalkan GoFood/GrabFood, media sosial, dan kolaborasi kreatif untuk mendorong kesadaran brand/merek. Mereka juga membuat menu dengan waktu terbatas untuk mempertahankan hype.

JANJI JIWA. Janji Jiwa telah berkembang pesat dengan brand/merek minimalis modern, permainan media sosial yang kuat, dan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi. Tagline mereka “#TemanSejiwa” (belahan jiwa) memperkuat hubungan emosional.

Brand/merek ini menggunakan Instagram dan TikTok untuk berbagi visual estetika, konten pelanggan, dan video di balik layar. Brand/merek juga meluncurkan Jiwa+, aplikasi seluler dengan poin loyalitas, promosi, dan opsi pengiriman, meningkatkan keterlibatan digital.

Brand/merek yang kuat di era digital tidak dibangun dalam semalam, membutuhkan penggunaan platform, data, dan kreativitas yang strategis. Ini adalah hasil dari upaya yang konsisten dalam memahami konsumen, memberikan nilai, dan memanfaatkan alat digital yang tepat. Pembangunan brand/merek yang sukses di era digital membutuhkan perpaduan strategis antara teknologi, wawasan berbasis data, dan customer-centricity.

Perusahaan di Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Erigo, Sejauh Mata Memandang, Mangkokku, dan Janji Jiwa telah menunjukkan bagaimana implementasi strategi ini secara efektif dapat mengarah pada diferensiasi brand/merek, keterlibatan pelanggan, dan kesuksesan jangka panjang serta branding digital dapat mengubah bisnis lokal menjadi ikon nasional atau bahkan internasional.

Dengan terus beradaptasi terhadap tren digital dan perilaku konsumen yang terus berkembang, berfokus pada cerita otentik, konsistensi visual, keterlibatan komunitas, dan inovasi digital, perusahaan dapat membangun brand/merek tangguh yang beresonansi secara mendalam dengan target konsumen, tidak hanya tumbuh dalam pendapatan tetapi juga membangun komunitas setia di sekitar brand/merek yang dibuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *