Bisnis

Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Berikut Strategi Kemenperin

×

Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia Hadapi Tantangan Berat, Berikut Strategi Kemenperin

Sebarkan artikel ini
Industri.
Ilustrasi industri. (Pexels-Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia menghadapi tantangan berat selama beberapa tahun terakhir ini.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja industri TPT, di antaranya dampak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Kemudian kondisi geopolitik dan ekonomi dunia seperti perang Rusia-Ukraina.

Selain itu dipengaruhi ekonomi global seperti inflasi di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Serta dampak perang dagang Amerika Serikat dan China.

Beberapa tantangan itu tentu memberikan dampak signifikan terhadap industri TPT Indonesia yang selama ini memberikan kontribusi besar dan menjadi industri prioritas penopang ekonomi nasional.

Tercatat industri TPT memiliki kontribusi ekspor senilai 5,76 miliar dolar AS dan menyerap tenaga kerja hingga 3,87 juta orang.

Menghadapi tantangan melemahnya kinerja industri TPT akibat situasi global yang mempengaruhi permintaan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki 3 strategi pemulihan industri tekstil yang ditopang oleh 3 komponen utama.

Pertama, menciptakan SDM industri yang mampu membaca arah desain produk yang kompetitif dan inovatif.

Kedua, mendukung ketersediaan bahan baku dan keseimbangan industri hulu-antara-hilir yang berdaya saing.

Ketiga, menghidupkan kembali industri permesinan tekstil dalam negeri yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi industri TPT Nasional untuk menghadapi persaingan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *