oleh AP Sutarwan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, game online dan media sosial kini menjadi bagian dari keseharian anak-anak.
Namun di balik kemudahan akses digital, muncul kekhawatiran serius dari para orang tua tentang keamanan online dan dampak game terhadap tumbuh kembang anak.
Berbagai studi menunjukkan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap konten negatif, kecanduan digital, hingga risiko eksploitasi dan cyberbullying.
Tanpa pengawasan yang memadai, dunia maya bisa menjadi lingkungan yang jauh dari aman bagi mereka.
Konten Game dan Media Sosial Tidak Selalu Ramah Anak
Banyak platform digital populer seperti TikTok, Bigo Live, hingga game-game online menyediakan fitur komunikasi yang memungkinkan anak berinteraksi dengan orang asing.
Fitur itu sering kali tidak disertai sistem pengawasan yang kuat, sehingga membuka celah untuk:
-Paparan terhadap konten kekerasan atau pornografi
-Interaksi dengan predator online atau penipu digital
-Masuknya unsur perjudian terselubung dalam game




